SKB Kemenkes dan Kemendikbud Ristek: Angin segar buat dokter?

Program Internship untuk PPDS

Sebagai salah satu strategi pemerataan layanan spesialisasi, Kemenkes yang diwakili oleh Wamenkes, dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD, menyatakan bahwa strategi internship untuk PPDS ini akan diaplikasikan segera.

Nantinya, PPDS yang akan lulus, wajib mengabdi ke daerah-daerah dengan durasi 6 bulan hingga 1 tahun. Program ini akan masuk ke dalam program pendidikan PPDS nantinya.

Selain itu, Kemenkes juga memiliki program Bakti Kerja Dokter Spesialis dimana dokter spesialis akan bekerja di daerah lagi untuk beberapa waktu. Namun belum ada rilis mendetail tentang program ini.

Fokus ke Precision Medicine

Seperti diungkapkan oleh Pak BGS, kini Kemenkes sedang mendorong aplikasi precision medicine melalui serangkaian pemeriksaan genetik. Sebab Indonesia memiliki potensi variasi genetik yang sangat besar.

Kemenkes telah mengirimkan beberapa alat genome sequencing di 6 Institusi/Universitas besar di Indonesia. Kemenkes juga telah menetapkan fokus dari masing-masing institusi, misalnya UI akan terfokus pada metabolic disease, UGM terfokus pada rare disease, atau RSUP Sanglah yang terfokus pada beauty and aesthetic.

Nantinya, diharapkan aplikasi genetik ini tidak hanya menghasilkan publikasi saja, tapi juga treatment dan produk.

Kemenkes juga berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang baik ke depannya untuk pemanfaatan studi genetik dan precision medicine. Hal ini nantinya akan menjadikan bidang bioinformatika dan biology engineering sebagai salah satu bidang yang dibutuhkan.

Distribusi dokter sudah dibereskan

Salah satu PR yang diakui oleh Menkes sudah dibereskan adalah perkara pemerataan dokter yang terhambat karena insentif yang kurang di daerah.

Baca juga  Nusantara Sehat 2021 Periode I sudah mulai dibuka lagi!

Menurut beliau, saat ini dirinya sudah memiliki strategi agar nantinya Pemerintah Daerah dapat membayar dokter dengan layak. Sebab anggaran daerah lebih besar daripada anggaran pusat.

Fokus 7 Prodi Spesialis plus KKLP

Selain 7 prodi spesialis yang menjadi fokus, Menkes juga berencana untuk mendorong percepatan prodi KKLP, sehingga nantinya fokus preventif dapat berjalan di layanan primer.

Targetnya, dokter layanan primer nantinya akan diisi oleh spesialis juga.

Kombinasi antara hospital dan University-based

Ketika mendapat pertanyaan tentang sistem hopital dan university-based, Menkes menyatakan bahwa Indonesia nantinya tidak hanya menganut salah satu sistem, tetapi akan menganut kombinasi keduanya.

Sebab untuk mengejar kekurangan jumlah dokter, Indonesia harus menggunakan berbagai macam strategi.

Kesimpulan

SKB Kemenkes dan Kemendikbud Ristek ini telah ditandatangani oleh kedua kementerian, artinya akan ada perubahan yang cukup signifikan untuk memenuhi jumlah dokter di Indonesia.

Apakah ini akan berdampak buruk atau baik dalam implementasinya? Mari kita turut mengawasi dan berpartisipasi

Sumber: Penandatanganan SKB dan Diskusi Interaktif tentang Pemenuhan Kebutuhan Dokter dan Dokter Spesialis

Leave a Reply

%d bloggers like this: