#dokterharustahu: 6 pilar transformasi kesehatan

6 pilar transformasi kesehatan

Setelah berkutat dengan pandemi semenjak menjabat tahun 2021, kini Menkes Budi G. Sadikin berupaya mewujudkan rencana transformasi kesehatan melalui program 6 pilar transformasi kesehatan yang diusungnya. Seperti apa rencana tersebut dan apa implikasinya?

6 pilar transformasi kesehatan

Dalam transformasi kesehatan ini, Menkes mengutamakan transformasi di enam sektor yang krusial dalam sistem kesehatan. Apa saja?

1. Transformasi Layanan Primer

Dalam poin yang pertama, Menkes akan melakukan edukasi besar-besaran dengan mengkampanyekan 7 poin penting dalam sistem kesehatan di layanan primer.

Salah satunya adalah terkait dengan imunisasi. Selain imunisasi, masalah gizi seimbang, olah raga, anti rokok, sanitasi dan kebersihan lingkungan, dan tidak ketinggalan skrining penyakit dan kepatuhan berobat menjadi hal utama yang masuk dalam kampanye yang akan digaungkan salah satunya melalui tokoh dan influencer berpengaruh.

Terkait dengan imunisasi, Menkes juga telah menambahkan program imunisasi rutin menjadi 14 jenis, dengan memasukkan HPV, rotavirus, dan PCV (pneumokokus) yang akan diberikan secara nasional. Hal ini berkaitan dengan tujuan Kemenkes untuk meningkatkan upaya preventif terutama untuk penyakit-penyakit yang berpotensi meningkatkan biaya kesehatan.

Usaha yang sama juga dilakukan untuk 14 penyakit penyebab kematian tertinggi. Layanan primer akan menjadi pusat skrinning untuk penyakit tersebut, termasuk jantung, kanker, dan stroke. Sementara untuk usia anak-anak, skrinning stunting dan peningkatan ANC akan menjadi fokus layanan primer untuk ibu dan bayi.

Untuk memenuhi semua transformasi layanan primer ini, Kemenkes berencana membangun puskesmas di 171 kecamatan, yang artinya akan ada penyerapan tenaga kesehatan primer di daerah-daerah.

Baca juga  Bedanya S1/ S2/ S3: buat kamu para dokter baru!

2. Transformasi Layanan Rujukan

Seperti yang disampaikan dalam acara peluncuran platform SatuSehat hari Selasa 27 Juli 2022 yang lalu, Kemenkes akan fokus untuk meningkatkan 6 layanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan jantung, stroke dan kanker ke seluruh provinsi/kabupaten.

Harapannya, layanan kesehatan penting seperti “pemasangan ring” untuk penyakit jantung, kemoterapi pada kanker, hingga intervensi awal untuk stroke dapat dilakukan hingga ke tingkat Kabupaten.

Yang artinya, akan ada penyerapan tenaga kesehatan spesialistik ke daerah-daerah yang akan mengembangkan layanan ini ke depannya.

Selain itu, pembangunan RS di kawasan Indonesia Timur juga akan ditingkatkan beserta kemitraan dengan layanan kesehatan tingkat dunia, seperti kerja sama yang dilakukan di RS Internasional Bali dengan Mayo Clinic beberapa waktu lalu.

3. Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan

Dalam sektor ini, Menkes menekankan targetnya untuk merubah produksi vaksin rutin dan 10 obat serta alkes esensial ke dalam negeri. Menkes mendorong industri dalam negeri untuk mewujudkan terget tersebut, meskipun tidak menutup kemungkinan juga untuk melibatkan investor asing untuk memproduksi vaksin/obat/alkes tersebut di dalam Indonesia.

Di sisi lain, Menkes juga menegaskan rencananya untuk memberdayakan mahasiswa kedokteran dan poltekkes, serta anggota Pramuka sebagai tenaga kesehatan cadangan tanggap darurat. Dimana mahasiswa dan Pramuka tersebut akan memperoleh pelatihan dasar tanggap darurat.

Harapannya, jika terjadi pandemi, epidemi, atau bencana alam, tenaga kesehatan darurat tersebut bisa dilibatkan bersama dengan dokter TNI/Polri.

4. Transformasi sistem pembiayaan kesehatan

Jika BPJS kesehatan saat ini menggunakan sebagian besar anggaran dan waktunya untuk kegiatan kuratif, maka fokus dari Kemenkes saat ini adalah untuk mengurangi anggaran kuratif dan memperbesar anggaran promotif dan preventif.

Anggaran kesehatan yang sebelumnya disebut sebesar 80% digunakan untuk kuratif, maka di tahun yang akan datang anggaran kuratif dan promotif menjadi 50:50.

Baca juga  PPDS: Butuh biaya berapa?

5. Transformasi SDM Kesehatan

Salah satu langkah yang diambil oleh Kemenkes antara lain adalah dengan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan Kemendikbud Ristek yang nantinya akan membantu menambah jumlah dokter dan dokter spesialis, seperti yang telah didiskusikan di artikel sebelumnya.

6. Transformasi teknologi kesehatan

Salah satu terobosan yang dibuat di awal kepengurusan Menkes saat ini adalah platform SatuSehat yang baru saja diluncurkan Selasa kemarin.

Platform SatuSehat merupakan sebuah platform digital yang nantinya akan mengintegrasikan seluruh data yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan. Meliputi medical record, hingga distribusi dan penyediaan obat.

Platform ini nantinya akan membantu pelayanan di klinik, RS, dan juga dapat menjadi sumber data kesehatan yang akurat dan real time yang bisa digunakan oleh para pembuat kebijakan dan juga sektor industri digital untuk mengembangkan inovasi layanan kesehatan berbasis digital.

Selain itu, Menkes juga akan mengintegrasikan data genomik yang akan mulai dikembangkan tahun ini ke dalam satuan data tersebut seperti yang diungkapkannya pada penandatanganan SKB minggu lalu.

Kesimpulan

Transformasi kesehatan yang digagas oleh Kemenkes ini akan membuka peluang tidak hanya bagi dokter, tapi juga bagi para pelaku industri kesehatan, terutama industri layanan kesehatan digital.

Harapannya, transformasi ini tidak hanya memperbaiki layanan kesehatan, namun juga menyerap tenaga kesehatan medis, meningkatkan kualitasnya, serta meningkatkan inovasi dan penciptaan produk layanan kesehatan lainnya.

So, are you ready to transform?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: