Negara-negara dengan spesialisasi kedokteran emergensi: mana saja?

Meskipun di Indonesia, baru Universitas Brawijaya saja yang menjadi center spesialisasi kedokteran emergensi, kenyataannya, spesialisasi ini sebenernya bukan barang baru dan sudah ada di berbagai negara di dunia.

Negara mana saja yang memiliki spesialisasi ini dan seperti apa pendidikannya? Yuk mari kita bahas.

Apa itu spesialisasi kedokteran emergensi?

Ini adalah sebuah spesialisasi khusus yang menangani aspek akut dan urgensi dari suatu penyakit dan perlukaan pada pasien segala usia. Bidang ini meliputi tindakan non-bedah dan juga tindakan bedah sederhana pada kondisi akut dan mengancam nyawa.

Spesialisasi ini membutuhkan pengetahuan dan kemampuan yang luas meliputi tindakan bedah, resusitasi trauma, cardiac life support, tatalaksana jalan nafas, dan harus memiliki sebagian dari core skill dari berbagai spesialisasi termasuk dari anestesiologi, bedah, kardiologi, neurologi, obsgyn, psikiatri, hingga radiologi.

Perbedaan Spesialisasi Kedokteran Emergensi di dunia

Di dunia kedokteran internasional, tidak semua negara menganut sistem spesialisasi kedokteran emergensi, dimana spesialis kedokteran emergensi (Sp.EM) bekerja di departemen gawat darurat atau sebagai dokter ambulans.

Sebagian negara maju mengikuti model Anglo-American di mana dokter Sp.EM memiliki training program sendiri dan dapat berdiri sebagai suatu spesialisasi yang bekerja independen di rumah sakit. Negara yang mengikuti model ini umumnya menempatkan Sp.EM ini sebagai salah satu bidang favorit.

Sementara, ada juga negara yang mengikuti model Franco-German, mengikuti pola yang dilakukan di negara Perancis dan Jerman, dimana tugas emergensi diemban umumnya oleh dokter anestesiologi, dokter bedah, dan juga dokter spesialis lain sesuai dengan kasus yang ada.

Baca juga  Refresh kembali materi ACLS-mu! You can save a life!

Misalnya, di Perancis dan di Jerman, dokter anestesi juga berjaga di ambulan dan memberikan terapi stabilisasi di lokasi gawat darurat. Sementara di negara yang menganut sistem Anglo-American seperti US, UK, Kanada dan Australia, posisi ambulans akan diisi paramedis dan teknisi kedokteran darurat.

Sedangkan di negara berkembang, umumnya mengikuti model Anglo-American, di mana masa training umumnya 3-4 tahun dalam program residensi untuk menjadi spesialisasi ini.

Negara-negara dengan spesialisasi kedokteran emergensi

Argentina

Organisasi kedokteran emergensi: SAE (Sociedad Argentina de Emergencias)
Jika memiliki latar belakang di departemen emergensi yang mencukupi, dokter dapat mengikuti sertifikasi EM hanya dalam waktu 2 tahun saja

EM di Australia, NZ, Kanada di halaman berikutnya

Leave a Reply

%d bloggers like this: