Analisis Strategi Tembus LPDP untuk Spesialis

Siapa yang tidak semangat melihat ada beasiswa untuk pendidikan Spesialisasi yang terkenal mahal? Melalui LPDP, kini siapapun bisa mendapat support biaya untuk pendidikan PPDS. Tapi, sudah pada tahu belum strategi tembus LPDP untuk spesialis?

Nah, sebelum menyusun strategi, yuk kita analisis dulu kondisi persaingan beasiswa LPDP untuk spesialis, berdasarkan data penerima tahun lalu. Seperti apa?

Yang berhasil tembus LPDP untuk spesialis di tahun 2022

Menurut data dari Databoks Katadata, ada 2763 peserta yang mendaftar beasiswa ini pada tahun 2022 lalu. Namun hanya 2031 atau 73.5% peserta yang tersaring pada seleksi administratif.

Dari total peserta, 68.3% atau 1887 peserta diantaranya berhasil lolos dari tes bakat skolastik. Sementara dari tes seleksi substansi, hanya 23.3% atau sebanyak 643 peserta saja yang berhasil lolos.

Tingkat kesulitan seleksi LPDP untuk Spesialis

Dari data tersebut, dapat terlihat tingkat kesulitan dari masing-masing seleksi. Diantara ketiga tahapan seleksi LPDP tersebut, tes seleksi substansi terbukti menjadi seleksi yang paling sedikit menyaring peserta. Setidaknya tahapan ini dapat meluruhkan hingga 65.7% peserta dari tahap seleksi sebelumnya.

Sementara tahapan seleksi yang relatif tidak sulit adalah tahap tes seleksi bakat skolastik, dimana 92.9% peserta berhasil lolos dalam tahap ini. Hal ini cukup lumrah, mengingat mayoritas dokter memiliki performa akademis yang baik.

Sementara prosentase kelulusan tahap seleksi administrasi adalah 75.3% dari keseluruhan peserta yang mendaftar pada tahun 2022, yang artinya, persyaratan administratif untuk mendaftar LPDP masih relatif bisa didapatkan. Hal ini termasuk surat rekomendasi yang acap kali menjadi momok.

Bagaimana menyusun strategi untuk tembus beasiswa LPDP Spesialis?

Sebelum menyusun strategi, kita harus mengetahui dahulu “medan perang” nya. Seperti yang sudah dipaparkan pada bagian sebelumnya, tiap tahapan seleksi memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, jadi kita harus memaksimalkan persiapan di tahapan seleksi yang memang lebih ketat.

Baca juga  Tips membuat gambar atau skema saintifik untuk penelitian / presentasi

Tes substansi LPDP menjadi penyaring yang cukup berat dalam seleksi beasiswa ini. Tes substansi ini merupakan tes yang akan menilai karakter, kesiapan, hingga ke rencana setelah lolos menjadi Awardee LPDP serta rencana pasca studi.

Seleksi ini dilakukan dengan metode wawancara. Untuk bisa menaklukkan tahap ini, maka kita bisa melakukan beberapa strategi menaklukan seleksi wawancara, seperti mencari tahu jenis pertanyaan yang kerap ditanyakan, memahami karakter yang dicari oleh pewawancara, memahami tujuan interviewer, hingga latihan wawancara dengan teman.

Sementara untuk seleksi administratif, satu-satunya strategi untuk menaklukkan seleksi ini adalah dengan melengkapi semua persyaratan administratif. Sebab, pada tahap ini, seleksi bersifat hitam dan putih, di mana jika persyaratan terpenuhi maka pendaftar akan lolos seleksi. Tapi, jika ada persyaratan yang tidak lengkap, tidak benar, atau tidak sesuai, maka sudah pasti akan tersingkir.

Untuk tahapan ini, mencari surat rekomendasi dan memenuhi persyaratan bahasa asing bisa menjadi persyaratan yang memakan waktu dan usaha yang tidak sedikit, sehingga perlu dipersiapkan matang-matang sebelum pendaftaran dibuka.

Sementara untuk tahapan seleksi Tes Bakat Skolastik, dapat dipersiapkan dengan latihan-latihan soal dan dengan melihat kemampuan skolastik terkuat kita dan memaksimalkan kemampuan tersebut. Misalnya memaksimalkan pada soal-soal numerik jika kita memiliki kekuatan di area matematis dan numerik.

Kesimpulan

Ada banyak persiapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan beasiswa ini. Persiapan pun harus dilakukan dengan strategi.

Yang terpenting adalah memahami kelebihan dan kekuranganmu, serta memahami jenis ujiannya. Dari sinilah kita bisa menyusun strategi tembus LPDP Spesialis, sesuai dengan kemampuan diri kita.

Setuju?

Leave a Reply

%d bloggers like this: