Apa yang dinilai oleh konsulen dari seorang calon PPDS?

Buat yang sudah mengerti isi SKB dua menteri dan merasa “ini saatnya mendaftar PPDS”, sekarang saatnya kita memahami sudut pandang dari seorang konsulen dikala mewawancarai calon PPDS? Apa yang dinilai oleh konsulen dari seorang calon PPDS?

Berikut adalah sebuah “bocoran” dari sebuah prodi di salah satu center di pulau Jawa mengenai pertimbangan-pertimbangan apa yang dinilai dari seorang calon PPDS.

Ikatan dengan institusi tertentu

Siapa yang menyangka bahwa ini menjadi salah satu poin penilaian yang cukup kuat. Apalagi mengingat saat ini Indonesia sedang menggalakkan pemerataan layanan dan diseminasi ilmu spesialistik.

Bagi calon PPDS yang sudah memiliki ikatan dosen, ikatan dinas dengan institusi tertentu, apalagi yang sudah akan menduduki posisi penting yang berkaitan dengan pengembangan ilmu spesialisasi tersebut, akan menjadi poin yang cukup kuat.

Termasuk pengembangan ilmu dan layanan di daerah-daerah yang masih tertinggal.

Pemberi rekomendasi

Sudah bukan rahasia lagi jika surat rekomendasi memegang peranan penting. Apalagi jika calon PPDS memang direkomendasikan oleh kolegium daerah tertentut.

Atau direkomendasikan oleh guru besar atau dokter senior yang memang berada di ranah spesialistik tersebut. “Siapa” yang merekomendasikan juga tentu menjadi pertimbangan.

Makanya jangan heran kalau ada “titipan” yang bikin persaingan semakin ketat. Sebab rekomendasi tetap memiliki poin, meskipun nilai tes tetap harus memenuhi standar minimal untuk dapat dipertimbangkan.

Kualitas dan kuantitas publikasi

Siapa yang bilang gelar S2 dan S3 tidak dipertimbangkan?
Secara ilmu klinis jelas gelar S2 dan S3 tidak berhubungan langsung, tapi dari pengalaman, kualitas, dan kuantitas publikasi bisa jadi berbeda. Bagaimana jika sainganmu ternyata banyak publikasi di Q1 selama S2 atau S3-nya?

Baca juga  Beasiswa PPDS di luar negeri: Ada?

Apalagi jika publikasi yang dibuat berkaitan dengan ilmu spesialistik yang akan diambil. Ini akan menambah poin minat dan kesungguhan dalam mendalami ilmu spesialistik tersebut.

Calon PPDS yang produktif dapat membantu menaikkan kualitas prodi melalui publikasi dan diseminasi ilmiah. Makanya calon PPDS dengan kualitas dan kuantitas publikasi yang baik selalu dipertimbangkan.

Nilai Tes

Tentu saja. Tanpa nilai tes yang memenuhi standar, poin-poin pertimbangan lain seperti yang dijabarkan diatas bisa jadi tidak dipertimbangkan lagi.

Hasil MMPI/Psikotes

Pernah mendengar ada calon yang tidak lolos karena tes MMPI ini? Tentu saja ada. Karena calon yang tidak cocok secara “psikis” dapat menjadi beban bagi prodi maupun calon tersebut.

Pengalaman sebelumnya

Mengapa dalam pendaftaran PPDS selalu ditanya surat pernyataan pernah/tidak pernah tes ditempat lain? Sebab pengalaman tes PPDS di prodi lain atau center lain selalu menjadi pertimbangan.

Apalagi jika pernah ada pengalaman resign dari prodi sebelumnya. Pasti menjadi pertimbangan dikalangan para staf penguji calon PPDS.

Retaker

Bagi para retaker yang sudah mencoba beberapa kali, tenang saja gaaes. Sebenarnya kalian justru menjadi poin pertimbangan tersendiri, apalagi jika itu merupakan kesempatan terakhir. Jadi jangan patah semangat dan tetap berusaha.

Umur, keluarga, kondisi sosial ekonomi

Again, kalau usia kita sudah mepet batas, kadang menjadi pertimbangan tersendiri juga, sebab bisa jadi itu adalah kesempatan terakhir.

Dan, jangan heran kalau ujian PPDS ditanya kesanggupan membayar, kondisi sosial ekonomi, apalagi ijin dan restu dari keluarga. Sebab pendidikan PPDS memang berat dan berpotensi mengguncang kondisi sos-ek hingga mengganggu dinamika keluarga.

Jika penguji mendapati kemungkinan calon akan terganggu secara sosial ekonomi dan keluarga, hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan yang cukup memberatkan. Sebab hal ini tidak hanya mengganggu calon PPDS, tapi juga berdampak pada prodi dan center tersebut.

Baca juga  Kemana mencari rekomendasi terapi COVID-19?

Seminar/workshop

Dari mana para konsulen dan penguji tahu seberapa besar rasa ingin tahu calon PPDS terhadap suatu ilmu? Salah satunya dengan melihat keterlibatan si calon di acara-acara ilmiah seperti seminar/workshop!

Apalagi jika calon berpartisipasi sebagai presenter di sesi ilmiah. Tentu menjadi nilai yang semakin plus-plus.

Makanya, jangan lupa untuk selalu update informasi seminar/workshop di website kami dengan mengunjungi tautan ini. Dan jangan lupa cek peluang untuk berpartisipasi ilmiah melalui laman peluang kami!

Tips dan trik

Selain pertimbangan-pertimbangan diatas, tiap center dan prodi juga punya pertimbangan khusus tentunya.

Misalkan di prodi yang masih baru, meskipun calon tersebut tidak punya institusi kembali, tetap akan dipertimbangkan dengan harapan sang calon nantinya akan menjadi calon staf di center yang baru dibangun misalnya.

Yang tidak kalah penting adalah performa ketika wawancara dan presentasi. Karena pada dua kesempatan tersebut para konsulen dan penguji akan benar-benar tau apakah sang calon ini memiliki kepercayaan diri, memiliki antusiasme tinggi atau malah tidak tertarik dengan prodinya.

Jadi, apa yang ditulis dalam berkas pendaftaran, benar-benar terkonfirmasi pada ujian tersebut. Mantab kan?

Meskipun poin pertimbangan ini belum tentu sama satu prodi dengan prodi lain atau satu center dengan center lain, tapi pertimbangan-pertimbangan ini lumrah adanya di suatu seleksi PPDS.

Setelah memahami apa yang dinilai oleh konsulen dari calon PPDS, kini teman-teman kembali lagi ke teman-teman. Apakah sudah siap mau mendaftar PPDS?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: