Tips menulis case report untuk pemula

Jaman sekarang, mau jadi dosen atau mau jadi dokter spesialis, menulis publikasi menjadi salah satu kualitas yang dicari. Salah satu publikasi yang paling mudah bagi dokter klinis adalah case report.

Mengapa menulis case report?

Dalam menulis case report, seorang dokter tidak memerlukan terlalu banyak “modal”. Hanya pasien, literatur, kemampuan obeservasi dan analisis. Tidak perlu skill saintifik yang terlalu advance. Jadi, bisa dilakukan kapanpun di manapun seorang dokter bekerja.

Selain itu, format penulisan case report yang mengikuti proses perjalanan penyakit dari pasien juga sudah dikuasai oleh dokter manapun. Sehingga tidak terlalu sulit untuk dilakukan.

Meskipun case report berada di posisi terbawah dalam hierarki literatur medis, namun case report dapat berfungsi sebagai media edukasi, komunikasi, dan informasi terkait penanganan atau pengalaman pada kasus tertentu.

Seperti apa menulis case report yang menarik?

Meskipun kasus yang unik menjadi salah satu daya tarik dari sebuah case report, namun ada beberapa poin yang dapat menjadikan suatu case report bernilai tinggi.

Misalnya case report yang menjelaskan penyakit dengan gejala yang tidak terduka, perjalanan penyakit yang tidak terduga, temuan baru atau temuan langka pada suatu penyakit, hingga ke efek samping suatu terapi atau tindakan.

Nah, berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menulis case report bagi pemula!

Tips menulis case report

Secara umum, case report memiliki struktur yang terdiri dari: abstract, introduction dengan sedikit literature review, deskripsi perjalanan kasusnya, diskusi dan ringkasan, serta kesimpulan.

Baca juga  Program Adaptasi Dokter Spesialis Lulusan Luar Negeri: Seperti apa?

Judul

Gunakanlah judul yang singkat, relevan dan informatif. Tidak perlu terlalu panjang dan bertele-tele. Sebaiknya judul berfokus pada kasus yang dibahas.

Abstrak

Abstrak case report biasanya lebih singkat dari literatur lain, biasanya sekitar 100-150 kata saja. Kasus, masalah yang dihadapi, dan pesan yang disampaikan harus diringkas dengan baik pada bagian abstrak.

Abstrak tidak perlu terstruktur dengan introduksi-metode-hasil-kesimpulan, cukup menekankan pada mengajukan pertanyaan klinis atau masalah diagnostik, serta informasi penting atau kata kunci terkait kasus tersebut.

Introduksi

Pada bagian ini penulis dapat memberikan informasi latar belakang mengapa kasus tersebut menarik dan apa fokus dari kasus tersebut. Keunggulan dari case report ini dapat didukung dengan temuan dari literatur sebelumnya untuk menguatkan klaim penulis. Namun, cukup singkat saja.

Pendahuluan umumnya diakhiri dengan satu kalimat yang menggambarkan pasien dan kondisi dasar yang dideritanya.

Kasus

Kasus ditulis dalam urutan kronologis. Misalnya dimulai dari deskripsi pasien, riwayat penyakit, hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan, diagnosis, tatalaksana, outcome yang diharapkan, hingga follow up.

Temuan positif dan juga negatif yang mendukung perjalanan penyakit harus ditulis, tanpa intepretasi personal. Hasil pemeriksaan dalam tabel dan gambar juga dapat dimasukkan sesuai kronologi.

Dan ingat, identitas pasien harus ditutup.

Diskusi

Diskusi adalah bagian terpenting dari laporan kasus. Diskusi berfungsi untuk meringkas dan menginterpretasikan temuan kunci dari laporan kasus, untuk menemukan keunikan serta berfungsi untuk memperoleh pengetahuan baru yang berguna secara klinis.

Bagian ini harus dimulai dengan memperluas apa yang telah dibahas dalam pendahuluan, dengan fokus pada mengapa kasus tersebut patut diperhatikan dan masalah yang ditanganinya.

Setelah itu diikuti oleh ringkasan literatur terkait topik kasus tersebut, meliputi teori-teori yang ada dan temuan penelitian sebelumnya. Literatur ini sebaiknya mempersempit ke kesimpulan yang ingin ditarik, dan fokus pada tantangan dalam kasus tersebut.

Baca juga  Tips Menulis Publikasi untuk Mahasiswa S1 Kedokteran

Penulis harus menjelaskan apakah ini menguatkan atau mengurangi keyakinan saat ini tentang kasus tersebut dan bagaimana bukti ini dapat menambah nilai pada praktik klinis di masa depan.

Kesimpulan

Bagian ini harus ditulis secara singkat dengan memberi poin-poin penting dalam case report tersebut. Di sini, penulis dapat memberikan saran dan rekomendasi kepada dokter sejawat atau peneliti.

Daftar literatur

Sebaiknya tidak melebihi 15 literatur untuk penulisan case report. Harapannya, bahasan pada case report tidak terlalu meluas dan berfokus pada kasusnya saja.

Kesimpulan seputar menulis case report

Menulis case report bagi seorang dokter bukanlah hal yang sulit, karena pada dasarnya seperti melaporkan kasus yang kita temukan sehari-hari.

Menulis case report tidak hanya meningkatkan value kita sebagai dokter, tapi juga sebagai sarana latihan bagi dokter untuk menulis publikasi yang lebih besar lagi ke depannya.

Jadi, kenapa tidak dicoba?

Sumber:
Sun Z. Tips for writing a case report for the novice author. J Med Radiat Sci. 2013;60(3):108-113. doi:10.1002/jmrs.18
Guidelines To Writing A Clinical Case Report. Heart Views. 2017;18(3):104-105. doi:10.4103/1995-705X.217857

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: