Berapa gaji dokter umum di Indonesia?

gaji dokter umum

Bukan rahasia umum bahwa masih banyak orang berpikir bahwa profesi dokter adalah profesi yang banyak bergelimang harta. Banyak yang berpikir bahwa gaji dokter umum sangat mewah dibanding orang-orang seusianya. Apakah benar begitu?

Standar gaji dokter umum di Indonesia

Kalau profesi apoteker memiliki Standar Minimal Jasa Profesi Apoteker yang mengatur besaran gaji apoteker oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) setempat, maka di profesi dokter, ada sebuah rekomendasi gaji minimal menurut standar IDI pada tahun 2014, yang katanya menyebutkan gaji minimal dokter umum adalah 12,5 juta per bulan. Kenyataannya?

Menurut hasil survey dari 452 dokter teregistrasi yang digelar oleh Junior Doctors Network (JDN) Indonesia, menunjukkan bahwa hanya 5,53% dokter saja yang bisa memperoleh gaji sesuai standar minimal 12,5 juta tersebut dari satu tempat kerja utama, dengan jam kerja 38-48 jam/minggu.

Jika melihat dari keseluruhan tempat praktik, hanya 16,15% dokter yang mendapat gaji sesuai dengan rekomendasi tersebut, 24,78% mendapat gaji >10.5 juta, dengan jam kerja yang melebihi aturan UU Ketenagakerjaan, yaitu 60 jam/minggu.

Sementara masih ada sekitar 12% dokter yang memiliki pendapatan dibawah 3 juta. Bahkan menurut ketua IDI, dr. Daeng M Faqih, SH. MH, rata-rata gaji seorang dokter umum PNS adalah 3,4-3,7 juta/bulan. Padahal, gaji dokter standar program Nusantara Sehat adalah sebesar 11,2 juta/bulan (2019).

Gaji di kota lebih besar dari di daerah?

Meskipun kelihatannya begitu, ternyata persaingan yang tinggi diperkotaan membuat kenyataan tidak semanis itu. Bahkan menurut survey yang sama, provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat memilki prosentase dokter umum dengan gaji dibawah 3 juta yang lebih besar dibanding provinsi lain.

Baca juga  Being a Health Economist: another pathway for doctor

Menurut interaksi yang kami dapatkan melalui platform instagram kami @maujadiapanih, dokter yang bekerja di kota-kota besar seperti Jakarta (dan kawasan Jabodetabek), Bandung, Surabaya, pendapatan mereka berkisar rata-rata antara 5-8 juta/bulan dengan maksimal mencapai 15 juta/bulan.

Meskipun rerata gaji 5-8 juta/bulan tersebut terlihat besar dari pada 3 juta/bulan, namun uang hidup yang tinggi di daerah perkotaan juga bisa menjadi momok tersendiri.

Justru beberapa daerah diluar pulau Jawa memiliki sebaran pendapatan yang tidak kalah fantastis, seperti di Kalimantan dan Riau dimana banyak teman-teman sejawat #jadidokter yang melaporkan pendapatan 15-20 juta/bulan. Fantastis!

Bagaimana dengan gaji PTT?

Buat yang ingin PTT, apalagi ke pelosok, jangan khawatir. Masih banyak daerah yang menawarkan gaji hingga 15 juta/bulan, misalnya di sebagian area timur, termasuk Maluku dan Papua, di Riau, dan juga Kalimantan. Sayangnya area Sulawesi masih belum banyak yang melaporkan gaji yang tinggi.

Bagaimana dengan PTT di daerah di dalam pulau Jawa? Menurut laporan beberapa teman sejawat #jadidokter, gajinya mengikuti standar PNS daerah tersebut, yakni sekitar 3-4 juta/bulan.

Mengapa gaji dokter rendah?

Jika menilik dari pola gaji dokter umum di Indonesia, maka akan terlihat bahwa gaji yang minim makin banyak di daerah yang padat, termasuk padat dokternya. Seperti di kota-kota besar di pulau Jawa. Sehingga banyak dokter yang mengambil pekerjaan meskipun gajinya rendah, karena “yang penting bisa bekerja” di tempat tersebut.

Apalagi sekarang makin banyak universitas negeri maupun swasta yang berlomba-lomba membuka prodi kedokteran, karena dianggap “menguntungkan”. Hal ini tidak diikuti dengan persebaran dokter yang cukup di daerah-daerah lain yang tidak memilliki fakultas kedokteran.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak mau melihat kenyataan ini. Bahwa profesi kedokteran sudah berbeda dengan kedokteran jaman dulu. Bahwa persaingan global juga akan masuk di ranah kedokteran sekalipun. Bahwa dokter harus mulai kreatif juga menanggapi persaingan ekonomi dan harus siap dengan strategi lain, tidak melulu hanya dengan praktik.

Baca juga  Dokter Pelaksana Hemodialisa: seperti apa?

Apalagi sekarang banyak dokter yang “nyambi” dengan pekerjaan lain. Ternyata hal tersebut mampu membantu dokter tersebut untuk menjaga kualitasnya dengan tidak “asal mengambil pekerjaan” atau “bekerja keras bagai kuda” hanya untuk memenuhi kebutuhan finansial

Akhir kata…

Profesi dokter adalah profesi yang mulia, dan tidak melulu mulia dalam hal finansial. Ada hal-hal yang positif yang bisa kita dapatkan diluar keunggulan ekonomi, seperti yang pernah dibahas oleh dr. Asa Ibrahim, Sp.OT berikut ini.

Jadi, jangan pernah berkecil hati karena gajimu sebagai dokter kecil. Karena ada banyak rejeki yang bisa kita dapat dalam bentuk selain uang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: