Menjadi Asisten Penelitian SAMBIL KOAS? Bisa banget!

Mungkin mendengar kata koas yang terbayangkan adalah betapa sibuknya belajar kasus hingga larut malam, bangun subuh untuk follow up pasien, mengerjakan ilmiah dan sebagainya. Tapi, ternyata bisa loh menjalani koas sambil menjalankan tugas pelayanan sekaligus menjadi asisten penelitian pada departemen yang diminati. 

Menjadi koas memberi keuntungan bagi kita yang ingin mempelajari bidang kedokteran tertentu lebih dalam. Karena kita akan bersinggungan dengan bidang tersebut. Sambil menjalankan tugas stase sehari-hari, kita juga bisa mengenal para konsulen, bahkan bisa bergabung dalam penelitian yang berjalan di departemen tersebut. 

Selain menambah pengalaman penelitian, menjadi asisten penelitian juga bisa meningkatkan produktifitas ilmiah kita, bahkan bisa menjadi modal untuk studi lanjut atau PPDS juga. 

Tapi, supaya tetap lancar koas dan penelitiannya, harus ada tips dan trik khusus. Kira-kira bagaimana kiatnya? Mari simak tips dan triknya berikut ini yuk:

  1. Berkomitmen dalam melakukan penelitian hingga sampai publikasi

Hal ini mungkin terdengar sepele tapi ini merupakan kunci utama dalam menjadi asisten penelitian. Berkomitmen untuk menyelesaikan artikel penelitian hingga publikasi ke jurnal nasional maupun internasional sangat penting.

Kalau tidak berkomitmen, maka cuma lelah yang kita dapat. Kalau kita berhasil, bisa menjadi nilai plus untuk koas dan dapat “mempercantik” CV kita.

  1. Mendekati konsulen yang bidang spesialisasinya diminati 

Tentunya akan sulit melakukan penelitian sendiri. Sehingga memiliki konsulen yang mempunyai role sebagai pembimbing dan teman penelitian adalah penting. Tidak usah khawatir, pasti ada konsulen yang melakukan penelitian (karena penelitian itu sangat penting untuk karir dokter pendidik klinis) sehingga peluang menemukan konsulen lebih mudah. 

Cara lain, kita bisa menawarkan ide penelitian pada konsulen yang sekiranya berminat menjadi pembimbing dan peneliti. Kita bisa membuat grup penelitian kecil atau bergabung dengan grup penelitian yang sudah ada, kemudian mendekati konsulen yang sekiranya berminat. 

Baca juga  Bekerja sebagai Dokter Magang: Seperti apa?

Dengan bergabungnya konsulen pada artikel penelitian kita akan sangat membantu kita dengan insight dan feedback para konsulen, sehingga artikel manuskrip kita semakin bagus juga. 

  1. Mengatur waktu dari tugas sebagai koas dan asisten peneliti 

Mengatur waktu atau time management adalah aspek yang sangat diperlukan sebagai koas untuk dapat melakukan multi-tasking kegiatan yang pasti akan menjadi lebih sibuk. Kita bisa menyiasati pengaturan waktu misalnya seperti weekday belajar untuk koas, dan weekend mengerjakan manuskrip penelitian sambil diselingi waktu istirahat diantaranya.

Jadi, asal kita menekuni dari awal dan berkomitmen penuh, bekerja sebagai asisten peneliti sambil koas sebenarnya sangat mungkin kok. 

Buat kamu yang tidak ingin menjadi koas biasa-biasa saja, ini saatnya bersinar!

Sumber: dr. Kevin Tandarto

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: