Apa enaknya jadi dokter jaman now?? Cari tau disini!

Melalui akun twitternya, dr. Asa Ibrahim, Sp. OT (@asaibrahim), mengajak kita semua buat melihat apa sih enaknya jadi dokter? Melalui thread-nya berikut ini, dokter yang juga aktif sebagai edukator di sosial media ini mengungkapkan poin-poin pentingnya. Apa saja?

Job Opportunities

Job opportunities yang luas? Betul banget! Semua tergantung mau #jadidokter seperti apa kita. Mulailah dari memutuskan ingin menekuni pekerjaan sebagai klinisi, akademisi, enterpreneur, atau yang lainnya. Ngga perlu merasa stuck of being a doctor, karena kamu tetap bisa mengejar impianmu yang lain while being a doctor.

Sebagai dokter kita juga bisa mengatur ritme kerja kita sesuai keinginan kita. Kalau ngga mau capek, ya sesuaikan aja. Yang terpenting, jangan memilih menjadi dokter dengan tanggungjawab dan jam terbang tinggi kalau memang tidak mau capek. Masih banyak opsi lain!

Setuju dengan dr. Asa, seorang dokter bisa bekerja di mana saja, asal ngga kebanyakan syarat. Kadang memang kita yang terlalu high expectation, berpikir bahwa dokter harus dapat gaji besar, bahwa dokter harus kerja di RS besar atau jadi staf di Universitas besar, sehingga banyak job opportunity yang kita lewatkan, dan akhirnya bikin kita jobless.

Padahal, sejatinya dokter hanya menganggur jika dokter tersebut memilih begitu. Ngga percaya?

Pengembangan Karir

Jangan khawatir. Sebagai dokter, kamu tetap bisa mengembangkan karirmu sesuai dengan porsi yang kamu pilih. Kalo ngga sesuai, kamu bisa berhenti dan berganti. Asal, jangan kebanyakan syarat!

Sebagai klinisi, kamu bisa menjalani tingkatan dari dokter umum hingga ke subspesialis. Dalam sisi akademik, kamu bisa mulai dari S1-S3 hingga ke profesor atau guru besar. Di sisi entrepreneur kamu juga bisa mulai dari usaha kecil hingga jadi CEO. Akan selalu ada pengembangan, kalo kita memang mau berkembang.

Baca juga  Ibu yang sekolah lagi: Sebuah perjuangan wanita modern

Ladang Amal

Sejatinya dokter adalah perpanjangan tangan Tuhan. Dokter membantu, Tuhan menyembuhkan. Dengan bekerja dengan niat membantu saja, kita bisa mengumpulkan pahala. Jadi bisa beramal terus menerus seumur hidup. Asik kan?

Asal niatnya yang tulus yaaaaa

Posisi Penting di Masyarakat

Ini kita sudah tahu dari dulu. Kalo dulu pak haji lebih populer, sekarang jamannya pak dokter dan bu dokter. Ngga percaya? Coba liat sekitar kita. Ada ngga contoh yang begitu? Ada.

Bahkan gelar dokter menjadi pertimbangan tersendiri jika kita mendaftar posisi-posisi tertentu. Enak, kan?

Nah, sekarang yang penting jangan hanya berfokus sama “susahnya” menjadi dokter. Sekali-sekali kita bisa melihat sisi “enaknya” menjadi dokter juga.

Tetap semangat teman-teman sejawat!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: