Menjadi penerima beasiswa Australia Awards: Apa untungnya?

penerima beasiswa australia awards

Ingin studi di Australia? Pastikan kamu tahu beasiswa yang satu ini. Karena Australia Awards adalah salah satu beasiswa dengan fasilitas terbaik. Seperti apa? Yuk penuturan dr. Arditya Dama Kusuma, M.Med(Clin Epi), Sp. JP, salah satu alumni Australia Awards.

Mengapa Australia Awards?

Australia Awards dikenal sebagai beasiswa yang generous, yang memiliki fasilitas dan finansial paling baik, setelah Ford Foundation. Karena beasiswa ini benar-benar ‘memanjakan’ para penerimanya,” kata dokter yang akrab dipanggil dr. Dama ini. Bahkan menurutnya, beasiswa ini termasuk beasiswa yang cocok untuk teman-teman yang ‘mencari uang’.

“Karena setelah keterima beasiswa, semua perihal yang menyangkut dengan studi akan dibiayai dan difasilitasi oleh Australia Awards. Ini termasuk biaya IELTS. Bahkan sejak menjalani pre-departure training di Jakarta, para penerima beasiswa sudah diberikan allowance atau gaji yang jumlahnya cukup sekali, sampai tanggal keberangkatan,” dr. Dama bercerita, “pengalaman saya dari bulan Februari-Mei mendapat gaji, karena bulan Juni berangkat ke Australia”.

Selain mendapat gaji, Australia Awards juga menanggung biaya pemeriksaan medis. Bahkan untuk para penerima beasiswa yang masih perlu mengulangi tes IELTS, maka biaya tes akan ditanggung oleh pemberi beasiswa. 

Seetibanya di Australia, para penerima beasiswa juga akan mendapat pelatihan bertajuk Introductory Academic Program (IAP) yang juga di biayai oleh Australia Awards. “Kalau di University of Sydney tempat saya studi, namanya Advance Skill for Academic Success atau ASAS. Ini semacam pelatihan akademik. Yang ini juga dibiayai oleh Australia Awards” ujar dr. Dama.

Diluar komponen ini, Australia Awards juga memberikan tuition fee, establishment allowance, living expenses, “selain itu ada uang kursus, yang bisa kita gunakan untuk konferensi. Kalau banyak menabung, uangnya bisa dipakai untuk biaya PPDS. Bahkan bisa untuk beli tanah juga” dr. Dama melanjutkan. 

Baca juga  Beasiswa PPDS Kemenkes 2022: Apakah saya bisa daftar?

Keunggulan Australia Awards

Selain beasiswa yang generous, Australia Awards juga sangat suportif dan fleksibel terhadap para penerima beasiswanya. Termasuk jika ada penerima beasiswa yang tidak bisa menyelesaikan studi tepat waktu dengan alasan yang benar. Maka pihak pemberi beasiswa bisa memberikan tambahan beasiswa bagi mereka yang memerlukan.

Beasiswa ini juga dikenal dengan ikatan alumninya yang kuat. Selain memfasilitasi networking antar alumni melalui forum dan pertemuan, Australia Awards juga memiliki grant scheme yang bisa membantu karir para alumni di ranah profesional mereka sekaligus memperkuat hubungan kolaboratif antara Australia dan Indonesia.  

Hanya saja, beasiswa memiliki peraturan khusus. Para penerima beasiswanya tidak boleh kembali ke Australia selama 2 tahun pasca berakhirnya studi. Bagi para pelajar yang melanjutkan S2 dan S3 sekaligus, maka setelah selesainya S3, kita tidak diperkenankan kembali ke Australia selama 2 tahun.

Bagaimana proses mendaftarnya?

Untuk persyaratan lengkap dan tanggal penting bisa langsung dilihat di website australia awards Indonesia, karena beberapa persyaratan dan tanggal dapat berubah tiap tahunnya. 

Yang pasti tahapan pendaftaran beasiswa ini meliputi seleksi administratif diikuti tes wawancara dan tes IELTS. Bagi yang lolos seleksi, maka akan ada pre-departure training dimana para penerima beasiswa akan diberi pelatihan bahasa Inggris, academic writing, dan pelatihan adaptasi budaya di Jakarta.

Namun, berdasarkan pengalaman dr. Dama, proses seleksi tersebut bisa kita lakukan semenjak internship lho. “Pengalaman saya dulu mendaftar di tengah-tengah internship. Dan pas banget, pre-departure training-nya dilaksanakan 2 minggu setelah selesai internship,” jelas dr. Dama.

Selanjutnya, para penerima beasiswa akan menjalani pre-departure training yang durasinya ditentukan berdasarkan hasil tes IELTS, “ada yang 6 minggu, 8 minggu dan 3 bulan” kata dr. Dama.

Baca juga  Aturan Baru dari Beasiswa LPDP 2022! Simak di sini!

Setelah menjadi penerima beasiswa, selanjutnya kita bisa mendaftar universitas dan program yang kita inginkan. Bagi yang ingin berganti universitas dan program pun diijinkan setelah menjadi penerima beasiswa, dengan alasan yang jelas.

“Proses pendaftaran akan diperantarai oleh pihak Australia Awards. Nanti mereka akan menghubungi kita untuk memberi informasi requirements untuk pendaftarannya” dr. Dama menjelaskan.

Tips and Trick mendapatkan Australia Awards

Pada beasiswa Australia Awards, pemberi beasiswa memiliki prioritas studi yang berbeda setiap tahunnya. Sehingga dr. Dama menyarankan untuk para pendaftar memahami prioritas studi ini baik-baik. “Karena mayoritas penerima beasiswa adalah yang memenuhi prioritas studi” jelas dr. Dama. 

Dr. Dama berpesan untuk melihat prioritas studi dan prioritas penerima beasiswa yang dicantumkan di dalam website resminya.

Menurutnya, seleksi administratif, termasuk membuat motivation letter yang sesuai dengan prioritas studi dapat memperbesar kemungkinan kita diterima beasiswa ini. “Karena seleksi administrasi ini bobotnya besar dibanding wawancara dan tes IELTS” tambah dr. Dama. 

Tapi, tetap jangan lupa untuk belajar bahasa inggris, karena kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat administratif. Selain itu, memiliki mentor yang dapat memberi arahan tentang proses pendaftaran dan proses studi di Australia juga cukup penting.

Sudah siap menjadi penerima beasiswa Australia Awards?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: