Tips dasar membuat Poster Ilmiah untuk konferensi!

Membuat poster ilmiah untuk konferensi, symposium, dan acara ilmiah lainnya, ternyata tidak semudah itu lho. Ada tips dan trik membuat poster ilmiah, supaya poster dapat memikat, termasuk memikat hati juri kompetisi poster ilmiah!

Nah, berikut ini ada tips dan trik membuat poster ilmiah dari dr. Gusti Rizky T. Ryanto, Ph.D, yang sebelumnya pernah berhasil meraih penghargaan poster ilmiah dari dalam dan luar negeri, termasuk penghargaan Young Researcher Award kategori e-poster, pada European Society of Cardiology Meeting 2019, di Paris, Prancis.

Seperti apa tipsnya? Yuk diintip!

Buat poster semenarik mungkin dan “menjual”!

Bukan berarti postermu harus berwarna-warni dengan desain kekinian, tapi kamu harus tahu apa saja yang membuat postermu menarik!

Misalnya, judul yang singkat, tapi memberi “spoiler” di dalamnya, sehingga orang penasaran dari judulnya saja.

Bagian terpenting adalah membuat alur cerita penelitian kita yang menarik dan mudah dipahami hanya dengan melihat poster saja. Selain itu, kita harus tahu data mana saja yang penting untuk dimasukkan ke dalam poster.

Dan ini berhubungan dengan poin yang berikut ini:

Tidak perlu menjelaskan “semua hal” di poster!

Maksudnya, tidak perlu memasukkan semua datamu, cukup masukkan data yang relevan dan membantu alur cerita yang kita bangun.

Tidak perlu memasukkan data yang tidak signifikan, atau data negatif, kecuali jika data tersebut berhubungan dengan kesimpulan akhir dari studi.

Jika kita sudah memiliki alur cerita yang jelas, ini akan memudahkan kita untuk memilah-milih data mana saja yang sesuai.

Baca juga  Tips Menulis Abstrak Seminar Kedokteran untuk pemula

No “wall of text”!

Jangan memenuhi postermu dengan tulisan yang terlalu padat bak membaca manuskrip penelitian! Karena jelas itu tidak menarik dan akan membuat para peminat capek karena harus membaca tulisan begitu banyak.

Salah satu tips membuat poster ilmiah terpenting adalah menghindari tulisan yang terlalu banyak ini. Justru kita perlu memperbanyak gambar dan skema yang mempermudah pembaca memahami perjalanan penelitian kita dalam waktu singkat.

Perbanyak points ketimbang paragraf!

Daripada menjabarkan penelitianmu dengan paragraf panjang yang akan membuat postermu terlihat seperti “wall of text”, lebih baik gunakan poin-poin yang meng-highlight titik penting dalam penelitianmu!

Jika memang harus menuliskan kalimat, batasi jumlah kalimat hingga 1-2 kalimat saja.

Jangan membuat desain yang berlebihan!

Meskipun kita harus membuat poster kita terlihat menarik, tapi lakukanlah dengan elegan, bukan dengan desain yang berlebihan.

Misalnya, dengan menggunakan pilihan warna dan jenis huruf yang ramah di mata.

Nah, buat teman-teman yang sudah siap dengan poster masing-masing, jangan lupa cek segmen peluang untuk mengetahui peluang ilmiah, mulai dari presentasi poster, oral, dan peluang keilmiahan lainnya.

Jadi, tunggu apa lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: