6 Alasan Paling Populer Dokter Melanjutkan ke PPDS

Sebagai dokter, tentu mendalami keilmuan ditahap spesialisasi menjadi suatu “goal”. Namun, ada juga beberapa alasan lain yang cukup populer yang menjawab alasan dokter melanjutkan ke PPDS. Apa saja itu?

1. Finansial

Sebenarnya dokter dibelahan bumi manapun juga banyak yang memiliki alasan ini. Sebab banyak dokter, termasuk di negara lain, yang menghabiskan banyak biaya dan mengambil hutang atau student loan demi bisa menjadi dokter.

Sudah sewajarnya jika mereka ingin penghidupan yang layak supaya hutang tersebut bisa dibayar. Mau gimana lagi, sekolah kedokteran memang terkenal mahal.

Banyak juga dokter yang ingin memperbaiki nasib keluarganya dengan menjadi dokter. Sebab tidak bisa dipungkiri, dokter memiliki resiko pekerjaan yang tinggi, tetapi juga memiliki rerata penghasilan yang tinggi.

2. Ingin berkembang

Tentu setiap manusia ingin berkembang, termasuk para dokter. Satu-satunya jalan yang bisa ditempuh oleh dokter klinis adalah meningkatkan ilmu klinisnya ke ranah yang lebih spesifik melalui spesialisasi.

Sebenarnya, pengembangan diri bisa dilakukan ke arah lain, misalnya dengan mengambil gelar master, atau PhD, atau bahkan mengambil kursus untuk keahlian lain, misalnya health economist dan semacamnya. Tapi, dalam konteks fungsi klinisi, spesialisasi merupakan pilihan yang sesuai.

Selain itu, pola kunjungan pasien yang cenderung mengarah ke rumah sakit jika mengalami keluhan yang serius, membuat dokter di layanan tingkat pertama merasa “kurang tantangan”. Ini juga memicu dokter memilih untuk melanjutkan ke ranah spesialisasi dengan kasus yang “lebih menantang”.

Baca juga  10 Negara dengan Gaji Dokter Tertinggi

3. Prestige

Siapa yang tidak bangga memiliki anak, saudara, pacar, sahabat, teman, atau kolega yang merupakan seorang dokter spesialis?

Apalagi jika kita pergi ke reuni teman SMP/SMA, membawa predikat sebagai dokter spesialis memiliki kebanggan tersendiri.

Terlebih lagi, dokter memang dikenal sebagai profesi yang “mentereng”

4. Bosen kerja di IGD

Ternyata ada juga tipe dokter umum yang merasa bosen kerja di IGD sebagai dokter yang mengkonsulkan pasien ke dokter spesialis. Sebab mereka ingin menjadi dokter yang dikonsulkan!

Tapi, tetap ingat ya, jenjang PPDS juga tetap akan harus melewati stase IGD, kecuali kita memilih spesialisasi lain yang tidak memiliki kasus emerjensi.

5. Ingin fokus dan menjadi ahli suatu bidang

Memang betul, menjadi dokter umum kadang-kadang dihadapkan dengan kondisi dimana kita harus serba bisa dan serba mengerti banyak kasus, mulai dari kasus pediatri, sampai kasus orthopedi.

Sementara jika kita sudah masuk ke spesialisasi, kita bisa fokus ke satu bidang saja, dan merujuk ke bidang lain. Bukan begitu?

6. Tidak ingin riset, maunya klinis saja

Nah, ini bisa jadi sesat nih. Sebab sebagai dokter spesialis, kita juga harus tetap update terhadap riset-riset terbaru dan guideline terbaru, yang diambil dari riset juga tentunya.

Jadi, bukannya menjauh dari riset, tapi justru semakin akrab nantinya. Apalagi jika kita ingin selalu berkembang.

Dan ingat juga, di jenjang PPDS, kita tetap harus melakukan penelitian, thesis hingga sidangnya lho!

Nah, diantara keenam alasan ini, yang mana alasan dokter sejawat sekalian melanjutkan PPDS?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: