Aturan Baru dari Beasiswa LPDP 2022! Simak di sini!

Beasiswa LPDP 2022

Siapa yang sudah siap mendaftar beasiswa LPDP 2022? Sebelum daftar, yuk simak dulu beberapa perubahan dalam pendaftaran LPDP untuk tahun 2022 ini. Cekidot!

Jenis Beasiswa LPDP 2022

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, secara umum ada 3 jenis beasiswa yang akan dibuka LPDP pada periode ini yaitu: Beasiswa Afirmasi, Targeted, dan Umum.

Sayangnya, untuk beasiswa dokter spesialis dan beasiswa pendidikan kader ulama/perempuan, baru akan dibuka pada periode berikutnya.

Yang baru dari beasiswa Afirmasi

Tahun ini, LPDP menambahkan beasiswa khusus pada jajaran beasiswa Afirmasi, yaitu beasiswa Putra-putri Papua yang akan memiliki persyaratan yang lebih khusus dan fleksibel untuk putra-putri asli Papua.

Bahkan, untuk penerima beasiswa putra-putri Papua, akan diberikan pengayaan bahasa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris.

Selain itu, jalur khusus Bidikmisi juga telah dilebur ke dalam beasiswa Prasejahtera. Untuk bisa mendaftar pada jalur ini, peserta harus membuktikan statusnya sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dengan menunjukkan screenshot dari website kemensos dimana nama orangtua peserta termasuk di dalamnya.

Sementara untuk beasiswa Afirmasi untuk pendaftar dari 90 daerah Afirmasi, LPDP juga menyediakan layanan konseling agar para peserta dari daerah Afirmasi ini bisa mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuannya.

Untuk bisa mendaftar di jalur daerah Afirmasi, maka peserta harus dapat membuktikan dirinya berasal dari daerah tersebut melalui surat keterangan domisili maupun ijazah SD/SMP/SMA dari daerah tersebut.

Baca juga  Pra Muktamar IDI XXXI Seri 2: Tantangan dalam Pendidikan Kedokteran

Yang baru dari Beasiswa Umum

Untuk beasiswa Umum menaungi 3 jalur masuk beasiswa, yaitu beasiswa Perguruan Tinggi Unggul Dunia (PTUD), Reguler, dan Co-Funding.

Untuk jalur besiswa ini, tidak banyak yang berubah, selain persyaratan umum yang akan dibahas pada section berikutnya.

Untuk beasiswa PTUD sendiri, ada 25 Universitas top dunia yang masuk dalam jajaran PTUD ini. Sementara untuk beasiswa reguler ada 390 perguruan tinggi di 41 negara yang masuk dalam daftar.

Untuk pendaftar yang lebih mampu, ada opsi untuk memilih beasiswa Co-Funding, dimana terdapat 2 pilihan; LPDP membiayai biaya kuliah, atau LPDP membiayai biaya hidup sehari-hari.

Yang baru dari Beasiswa Targeted

Sementara ini Beasiswa Targeted yang dibuka hanya beasiswa kewirausahaan dan PNS/TNI/POLRI.

Untuk beasiswa Kewirausahaan, hanya dibuka untuk program magister/master saja. ada 90 perguruan di 13 negara yang masuk dalam beasiswa ini.

Nantinya para penerima beasiswa ini akan dimasukkan dalam program Kampus Merdeka di perguruan tinggi di Indonesia: melalui agenda Pabrik Wirausaha sebagai pendidik, guna menghasilkan lebih banyak entrepreneur lagi.

Khusus untuk pendaftar dari PNS/TNI/POLRI, pendaftar wajib melampirkan surat usulan dari pejabat setingkat eselon II/setara yang membidangi SDM. Dan ini berlaku untuk jalur beasiswa apapun, selama pendaftar berstatus PNS/TNI/POLRI.

Untuk pendaftar dari PNS/TNI/POLRI, ada beberapa jurusan yang dibuka untuk pendaftar pada jalur ini, yang sedikit berbeda dengan jalur reguler, untuk menyesuaikan kebutuhan instansi tersebut.

Hal Baru di seleksi Beasiswa LPDP 2022

Nah, dalam hal seleksi dasar, ada beberapa hal yang berubah dalam formasi seleksi beasiswa LPDP tahun ini.

Perubahan proses seleksi LPDP 2022

Kalau pada tahun 2021 LPDP memiliki 3 tahap seleksi yang terdiri dari tahap seleksi administrasi, seleksi substansi akademik dan kebangsaan, dan seleksi wawancara, kini seleksi LPDP terbagi menjadi seleksi administratif, tes bakat skolastik, dan seleksi substansi yang terdiri dari wawancara dan profiling.

Baca juga  Lulus dokter langsung dapet gelar magister! Mau? #maujadimagister

Seleksi administrasi akan menjadi penyaring pertama yang menentukan tahap berikutnya. Namun untuk tes skolastik, penggunaannya akan berbeda untuk tiap jalur pendaftaran.

Untuk beasiswa afirmasi, skor dari tes skolastik ini akan diintegrasikan dengan skor dari tahap wawancara dan profiling. Sementara untuk beasiswa reguler, skor dari tes skolastik ini akan menentukan apakah peserta bisa lanjut ke seleksi wawancara dan profiling.

Sistem skor ini akan dibuat transparan, sehingga nilai akhir dapat dilihat oleh masing-masing peserta.

Perubahan untuk pemegang LoA Unconditional

Untuk para pendaftar yang telah memiliki surat LoA Unconditional, peserta ini tidak lagi perlu mengikuti tes bakat skolastik. Jadi bisa bypass langsung ke tahap seleksi substansi. Lebih praktis kan?

Sayangnya, untuk para pendaftar yang mengunggah LoA yang tidak sesuai dengan daftar pilihan perguruan tinggi LPDP, maka peserta akan langsung gugur dalam seleksi administrasi. Ini berbeda dengan kebijakan tahun lalu yang mengabaikan LoA yang tidak sesuai.

Tapi, jangan berkecil hati dulu. Ternyata LPDP sekarang memperluas pilihan perguruan tinggi.

Tidak hanya berpatokan pada ranking Universitas terbaik di dunia menurut QS, THE dan ARWU, kini para pendaftar dapat mendaftarkan dirinya pada perguruan tinggi yang memang memiliki program/subjek terbaik di dunia (meskipun peguruan tinggi tersebut bukan top 100 dunia).

Persyaratan dokumen umum LPDP 2022

Ada beberapa persyaratan dokumen yang juga di update untuk tahun 2022 ini. Misalnya di tahun ini akan dilakukan verifikasi nomer KTP dengan sistem Dukcapil, jadi peserta harus memastikan nomer e-KTP sudah terdaftar di sistem Dukcapil.

Untuk surat pernyataan juga di bedakan untuk masing-masing program. Sedangkan surat rekomendasi untuk tahun ini hanya dari Tokoh Masyarakat atau Akademisi saja. Sementara untuk yang PNS/TNI/POLRI harus memiliki surat usulan dari instansi. Sementara beasiswa Kewirausahaan memiliki rekomendasi dari Rektor/Dekan.

Baca juga  Getting a Public Health Degree in Aussie: Dari S2 ke S3

Bagi pendaftar yang lulus dari luar negeri pada jenjang sebelumnya, maka hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK wajib dilampirkan dalam berkas pendaftaran juga.

Bagaimana dengan beasiswa dosen?

Untuk para Dosen, beasiswa saat ini diberikan melalui beasiswa kolaborasi dengan Kemenristekdikti. Tidak lagi bernaung dalam program BUDI-LPDP.

Apabila dosen berstatus PNS gagal dalam seleksi beasiswa Kemenristekdikti, maka dosen tersebut dapat mendaftar melalui jalur reguler maupun jalur PNS/TNI/POLRI yang ada di LPDP. Sementara untuk dosen swasta, dapat mendaftar melalui jalur reguler LPDP.

Bagaimana dengan jenjang yang tidak linier?

Tenang saja. LPDP tidak mempermasalahkan apabila pendaftar hendak mendaftar jurusan yang tidak linier, asalkan pendaftar bisa meyakinkan para reviewer di tahap wawancara tentang tujuan dan aplikasi ke depannya dengan ilmu yang didapatkan.

Kesimpulan

LPDP telah membuka pendaftaran pertama untuk tahun ini. Saatnya memanfaatkan peluang ini untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Meskipun ada beberapa perubahan dalam proses seleksi, namun perubahan tersebut tidak membuat beasiswa ini menjadi unaccessible. Beberapa perubahan justru memberi keuntungan, terutama untuk jalur afirmasi dan putra-putri Papua.

Apalagi beasiswa ini tidak memiliki kuota tertentu dan tidak memiliki batas berapa kali pendaftar bisa mencoba. Bahkan ada seorang awardee yang baru lulus setelah mendaftar 7 kali. Hebat kan?

Untuk mengetahui lebih detil tentang pendaftaran Beasiswa LPDP 2022, bisa langsung mengunjungi website resmi LPDP. Untuk informasi dan booklet pendaftaran serta daftar perguruan tinggi, bisa dicek melalui laman ini.

Semoga sukses untuk teman-teman yang akan melanjutkan pendidikan tingginya!

Sumber: YouTube LPDP RI

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: