Pendidikan Kualitas Internasional melalui Program Summer Course

Summer course

Pingin kuliah di luar negeri tapi sebentar aja? Pingin ngerasain rasanya kuliah di luar negeri sebelum mengambil program degree? Buat yang pingin “cari tahu” dan pingin “ngerasain dulu”, kalian bisa mencicipi pendidikan berkualitas melalui program Summer Course.

Apa itu Summer Course?

Kalau di negeri empat musim, musim panas biasanya punya durasi liburan untuk anak sekolah yang panjang. Mulai dari anak SD sampai mahasiswa biasanya diberi durasi liburan 4 minggu atau lebih. Karena panjangnya durasi liburan ini, beberapa sekolah/universitas menggunakan momen ini untuk membuat suatu “pendidikan tambahan” untuk para murid atau calon murid.

Biasanya pendidikan tambahan ini didesain singkat, padat, dan menarik dengan menonjolkan program unggulan dari sekolah/universitas tersebut. Sehingga bisa dijadikan ajang promosi dari tiap-tiap sekolah kepada calon murid-muridnya.

Apa keunggulannya?

Dari sisi si murid, program ini bisa menjadi kesempatan buat mengenali Sekolah/Universitas tersebut, staf pengajar, hingga ke program-program dan modul-modul unggulannya.

Durasi penyelenggaraannya pun juga terbilang singkat, umumnya hanya 3-6 minggu saja, tergantung program dan jadwal perkuliahannya. Sehingga tidak mengganggu waktu liburan terlalu banyak.

Bagi murid internasional, program ini dapat memberikan kesempatan untuk mereka berlibur ke negara tujuan sambil belajar melalui program kursus yang ditawarkan.

Karena sifatnya sebagai kursus, pelaksanaannya pun lebih “santai” tetapi kita tetap bisa mendapat kualitas pendidikan yang setara pendidikan biasa. Bahkan beberapa program juga memberikan angka kredit atau SKS yang bisa di transfer ke sekolah/universitas tempat si murid bersekolah saat itu.

Summer Course in Medicine?

Buat mahasiswa kedokteran, tidak sedikit program Summer Course yang ditawarkan universitas unggulan seperti Harvard University, University College London, hingga University of Groningen. Masing-masing universitas memiliki program dan modul andalan mereka.

Baca juga  #maujadi PPDS di Filipina: Seperti apa sih?

Untuk mahasiswa internasional, mengikuti kegiatan ini dapat membantu mereka untuk melihat pendidikan dan juga riset di universitas tersebut serta menjalin relasi dengan para pengajar. Sehingga sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang memang tertarik untuk melanjutkan studi di universitas tersebut.

Sebelum era Covid-19, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai bagian dari pertukaran pelajar antar negara. Sayangnya, sekarang Summer Course hanya bisa diikuti dengan cara online atau hybrid.

Namun, untuk dapat mengikuti Summer Course, ternyata dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Summer Course gratis?

Jangan salah, universitas dalam negeri juga punya program Summer Course lho! Salah satunya di Universitas Gadjah Mada (UGM), yang akan menyelenggarakan Summer Course on Pulmonary Hypertension untuk teman-teman kedokteran.

Program yang satu ini GRATIS dan memiliki nilai kredit juga yang bisa ditransfer ke dalam SKS teman-teman.

Tema yang diambil adalah Pulmonary Hypertension, salah satu penyakit yang tergolong kronik, progresif, tapi juga langka di bidang Kardiologi. Untuk temen-temen yang suka dengan Kardiologi, topik ini akan menjadi topik yang menarik karena masih jarang diberikan di pendidikan kedokteran.

Tertarik? Yuk daftar sekarang dengan klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: