Gagal tes PPDS 3x, sekarang jadi staf! Apa yang bisa kita pelajari?

gagal tes ppds

Yuk kenalan dulu dengan staf muda prodi Bedah Toraks Kardio Vaskular (BTKV) di Universitas Airlangga, dr. Danang Limanto, Sp. BTKV. Melalui kanal instagram dr. Umar Usman, Sp.BTKV (@justumarusman), dr. Danang berbagi cerita tentang perjalanan PPDSnya.

Siapa sangka dokter dengan prestasi gemilang ini pernah ditolak PPDS sebanyak 3x! Sebelum akhirnya merapat di Prodi BTKV pada percobaan keempatnya. Seperti apa kisahnya? Simak yuk.

Pintar saja ternyata tidak cukup

dr. Danang bisa dibilang bukan seperti kebanyakan dokter. Beliau bisa dibilang gemilang di usianya. Bagaimana tidak? dr. Danang memulai perkuliahan di FK pada usia 16 tahun! Sehingga, pada usia 22 tahun, beliau sudah selesai internship dan bahkan sudah mendaftar PPDS untuk kali pertama.

Tidak hanya itu, dr. Danang juga punya keingan kuat dan membawa ambisi yang besar. Dalam persiapannya mendaftar PPDS, dr. Danang yang awalnya mengincar prodi Jantung ini langsung “menghabiskan” buku teks Jantung. Tidak hanya itu, dr. Danang juga berkali-kali melakukan tes TOEFL hingga mendapat skor diatas 600! Bahkan, beliau juga mempelajari tes psikotes hingga menjadi master!

Sayangnya, meski tampil sebagai calon PPDS yang menjanjikan, nyatanya dr. Danang ditolak oleh prodi Jantung 2x dan ditolak 1x oleh prodi BTKV.

Lalu, pelajaran apa yang bisa kita tarik?

“Kalo kamu melulu melihat ke atas, kamu ngga punya waktu untuk melihat apakah kakimu napak tanah atau engga”

dr. Danang Limanto, Sp. BTKV

Menjadi ambisius, terus-terusan berusaha menjadi yang terbaik itu boleh. TAPI, jangan lupa untuk STAY HUMBLE! Ingat, jangan sombong dan buang ego kita.

Dr. Danang yang awalnya sangat yakin dengan persiapan super sempurna untuk menghadapi tes PPDS, akhirnya menyadari bahwa bukan itu yang dicari oleh para staf dan guru besar yang menyeleksi dirinya. Justru ketika dr. Danang lebih humble, lebih santai, dirinya berhasil diterima.

“Kita ngga bisa ngisi gelas yang sudah penuh. Kita ngga bisa menulis di kertas yang sudah penuh coretan”

dr. Danang Limanto, Sp.BTKV

Kalo mau jadi PPDS, cobalah mengosongkan gelasmu. Karena gelas yang terlalu penuh ngga bakal bisa diisi. Dan gelas yang kepenuhan itu akan tercermin dalam perilaku/attitude kita, misalnya sombong. Lebih baik punya murid yang perilaku/attitude-nya baik, karena gelas bisa diisi, tapi attitude sulit diajar.

Baca juga  Durasi studi berbagai prodi PPDS di pulau Jawa [Updated]

Meskipun dr. Danang sudah “khatam” berbagai buku teks, tapi ternyata bukan itu yang dicari. Justru sikap yang baik yang justru memenangkan peperangan tersebut.

“You’re just in time. Ngga ada ceritanya kamu lebih lambat atau lebih cepet daripada temen-temen”

dr. Danang Limanto, Sp. BTKV

Meskipun sempat terpukul karena sudah menghabiskan banyak waktu untuk mendaftar-gagal-mendaftar-gagal, akhirnya dalam sebuah perjalanan, dr. Danang disadarkan oleh sebuah fakta, bahwa setiap manusia punya timeline yang berbeda-beda. Jadi jangan merasa takut kalo kita lebih lambat dari teman-teman yang lain, meskipun kita tidak bisa langsung jad PPDS.

“Ingat, STAY HUMBLE!

Mendaftar PPDS itu seperti mendaftar pekerjaan. Kita harus bisa menempatkan diri kita di bawah. Bahwa kita sedang mencari pekerjaan untuk penghidupan yang lebih baik”

dr. Danang Limanto, Sp. BTKV

Manusia yang cerdas, adalah manusia yang bisa belajar dari pengalaman. Nah, kalo kamu gimana?

Sumber: IGTV akun IG @justumarusman bertajuk “Siap sekolah lagi”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: