#maujadippds: RADIOLOGI! What is beyond an image!

PPDS Radiologi

Siapa kemaren yang request PPDS radiologi??? Yuk sekarang kita akan bahas prodi yang katanya tergolong “minor” ini. Buat yang belom tau serunya radiologi, yuk mari disimak disini!

Sebelumnya perlu kalian ketahui: 

Ada 9 center prodi Radiologi se-Indonesia! Semua center PPDS di Jawa-Bali punya prodi ini. Sayangnya, di luar Jawa-Bali hanya ada di UNHAS saja. Cek tabelnya disini.

Lama Studi rata-rata 7-8 semester! Diantara center-center yang tim #maujadiapanih tau, ternyata cuma UI aja lho yang durasinya 8 semester.

Biaya Studi: SPP 6-17jt/semester dengan sumbangan terbesar 65 juta. SPP paling murah ada di UNS (6) dan yang termahal ada di UGM (17), sementara sumbangan termahal ada di UB (65) dan UNS (52) sementara termurah ada di UNDIP (15), tidak termasuk UGM menggunakan system UKT. Sementara UNHAS dan UNUD kami tidak mendapat informasinya.

Kenapa PPDS radiologi?

Radiologi bukan sekedar gambar lho. Karena disini seorang radiolog bisa melihat dan menemukan sesuatu dari pasien, untuk menolong pasien, itulah kesan yang paling dirasakan oleh dr. Fityay Adzhani, atau dr. Anggi, PPDS UNS.

Walaupun dikenal sebagai penunjang, banyak temuan di bidang radiologi yang kemudian menjadi “penentu” diagnosis dan manajemen selanjutnya. “Radiologi itu seru, karena menggabungkan informasi klinis yg kita dapat dengan gambar, yg dengan expertise/skill kita akan dapat melengkapi semua potongan-potongan dari klinisi untuk menentukan diagnosis yang paling mungkin” ujarnya.

Tidak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi saat ini juga telah membuat PPDS radiologi berkembang makin pesat. Yang tadinya hanya melihat organ secara 2 dimensi melalui modalitas seperti X-ray atau USG, sekarang kita bisa langsung merekonstruksi secara 3 dimensi, “misalnya rekonstruksi tulang cranium pada pasien yang rencana rekonstruksi wajah misalnya, dokter bedahnya sudah punya gambaran detail tentang kondisi pasien sebelum dilakukan tindakan,” jelas dr. Indah Adistana, PPDS UI.

Baca juga  Dokter tapi belajar Ilmu Sosial? Bisa banget! #maujadimagister

Dengan teknologi lain misalnya MPR (Multi Planar Reconstruction) kita bisa evaluasi imaging pasien dari segala sisi juga, “jadi benda kecil pun dapat terlihat dengan baik, tanpa pasien harus dibuka/dioperasi dulu” tambahnya. Menarik bukan?

Prospek Cerah?  

Karena fungsinya sebagai bagian penunjang diagnosis, seorang radiolog bisa kerja di RS yang canggih seperti pada RS tipe A sampai RS tipe D sekalipun lho. Selain itu, menurut dr. Anggi, radiolog juga bisa juga membuka praktek di klinik-klinik atau laboratorium klinik penunjang.

Tidak jarang, radiolog juga bekerja di perusahaan tertentu, “misalnya ada 1 kantor yg ngasih fasilitas screening dengan USG payudara untuk semua karyawan perempuannya. Jadi ya kita radiologistnya datang kesana,” tambah dr. Indah. Meskipun modalitas yang ada bergantung dengan perusahaan tersebut.

Belum lagi dengan perkembangan radiologi intervensi yang juga sedang berkembang di Indonesia, “Cocok untuk para radiolog yg senang dengan tindakan. Nantinya bisa sebagai diagnostik dan terapi tetapi dengan minimal invasive,” jelas dr. Anggi.

Menurut dr. Indah, tindakan radiologi ini sangat bermanfaat bagi pasien karena prosedur yang invasive minimal, dan bisa diterapkan pada berbagao penyakit seperti terapi kanker hati (hepatoma/HCC) hemangioma dengan TACE / TAE dan terapi malformasi vaskular dengan embolisasi. Walaupun untuk bisa melakukan tindakan intervensi radiologi, kita harus menambah masa studi-nya dan mengambil subspesialis intervensi.

Tidak hanya di radiologi intervensi yang memang sedang naik daun, dewasa ini sudah banyak divisi radiologi yang berpotensi berkembang pesat ke depannya, “misalnya pada divisi breast sekarang sudah ada MRI payudara dengan kontras dinamik yang bisa membantu nentuin sebuah tumor payudara apakah jinak atau ganas, jadi bisa lebih akurat dalam menentukan apakah benjolan payudara itu perlu sampe dibiopsi atau tidak” ungkap dr. Indah. Sehingga, posisi radiologi sebagai penunjang “semata” agaknya sekarang sudah mengalami pergeseran ya!

Baca juga  #maujadippds: Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi! the lung specialist!

Tapi….

Untuk temen-temen yang berminat  dengan radiologi, dr. Anggi punya pesan penting, “Jangan pernah lupa dengan dasar-dasar kedokteran, yaitu anatomi!” Nyatanya, ilmu anatomi sangat penting untuk membantu belajar di ilmu radiologi.

Radiologi memang seru, tapi jangan pernah lupa, untuk harus senantiasa belajar, karena seorang dokter radiolog bekerja berdasarkan alat yang akan berkembang terus sesuai kemajuan teknologi, “jadi ilmu radiologi pasti akan terus berkembang” ujarnya.

Secara lebih teknis, dr. Indah juga berpesan untuk mempersiapkan setiap tahap ujian dengan sebaiknya, mulai dari TOEFL, SIMAK (untuk UI), TPA, MMPI, dan sebagainya, “Kalau syarat daftar TOEFL 500, jangan cepat puas kalo pas kita dapat 520, harus coba terus sampe nilai kita jauh di atas standar agar panitia penerimaan ppdsnya juga lebih senang nerima kita,” jelasnya. Dan tidak lupa diikuti dengan berdoa setelah berusaha.

Jadi, apakah ini jalan ninjamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: