Mengapa Dokter Umum Merasa Sulit Mencari Kerja?

dokter umum mencari kerja

Sepertinya bukan isapan jempol saja ketika kita mendengar seorang dokter umum sulit mencari kerja. Bahkan ada yang bercerita sudah bolak balik melamar dan wawancara tapi tidak kunjung dapat. Apakah benar begitu?

Melalui platform instagram kami @maujadiapanih tim #jadidokter mengumpulkan beberapa jawaban yang menjadi alasan seorang dokter umum baru sulit mencari kerja. Apa saja itu?

Termakan idealisme dan ekspektasi

Banyak para dokter muda yang “belum bangun” dari masa studi S1 dan koas-nya. Selama menjalani pendidikan, kebanyakan dari para dokter muda berekspektasi bisa seperti dosen-dosen mereka yang sudah menjadi dokter spesialis sukses. Padahal ekspektasi itu terlalu tinggi untuk mereka yang baru lulus.

Banyak dokter muda yang mendambakan pekerjaan idealis: bekerja di rumah sakit besar, rumah sakit ternama, mendapat gaji yang besar, mendapat rekomendasi dari dokter senior, kemudian sekolah lagi jenjang spesialis. Padahal lapangan pekerjaan yang ada tidak selalu sesuai.

Sebaliknya, jika kita pintar-pintar membuat prioritas, kita bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan prioritas kita, meskipun dengan mengorbankan yang lainnya juga. Kalau kita bertahan dengan idealisme dan ekspektasi yang tinggi, jelas akan sulit!

Masih banyak peluang bekerja selain di rumah sakit

Meskipun “ideal”nya seorang dokter bekerja di rumah sakit, tapi tidak ada salahnya untuk menjajaki peluang bekerja di klinik sebagai dokter umum atau dokter kecantikan, di universitas sebagai pengajar, di departemen sebagai pegawai magang, atau bahkan di perusahaan baik sebagai dokter perusahaan, dokter asuransi, atau sebagai dokter manajemen di rumah sakit.

Baca juga  Sertifikasi dokter Family Medicine International: MRCGP

Bahkan kini, seorang dokter juga bisa merangkap sebagai entrepreneur, sebagai content creator, hingga sebagai CEO start up. Jadi, sebagai dokter baru, ada baiknya untuk tidak menutup diri dari berbagai peluang yang ada. Dan tidak ada larangan untuk dokter bekerja di bidang lain, selama menjunjung sumpah dan kode etik kedokteran.

Kalau memang tujuannya adalah mencari uang, maka ada seribu jalan untuk mewujudkannya. Sekali lagi, jangan terlalu idealis! Perluas wawasan dan liat peluang di tempat lain!

Hukum supply and demand

Banyak dokter baru yang mengeluhkan kecilnya gaji. Padahal kita tau sendiri salah satu penyebabnya adalah hukum supply dan demand yang terlalu timpang. Banyak dokter baru alias banyak supply, tapi sedikit kebutuhannya atau demand-nya, terutama di kota besar!

Selama fakultas kedokteran dianggap sebuah komoditas bagi universitas, maka laju pembangunan fakultas kedokteran tidak akan bisa dibendung, sehingga para dokter baru yang harus beradaptasi dengan 2 cara: menambah kualifikasi atau mencari demand di tempat lain.

Enggan meninggalkan zona nyaman

Karena fakultas kedokteran banyak di kota-kota besar, banyak dokter baru yang kemudian merasa nyaman di kota besar dan enggan pergi ke daerah-daerah. Padahal, demand di daerah masih seringkali tidak terpenuhi.

Selain karena faktor jauh dari rumah, ketidak rataan pembangunan menjadi pemicu banyak dokter baru yang enggan ke daerah, karena merasa akan jauh dari peradaban.

Padahal, kita tidak selalu harus ke daerah yang terpencil dan terdalam, terkadang area pinggiran kota pun masih ada yang membutuhkan dokter.

Tidak bisa membuat CV yang baik dan tidak mau menyebarkan

Dokter umum baru itu ngga beda sama fresh graduate jurusan lain, yang butuh menampilkan dan menonjolkan sisi terbaik dari mereka melalui sebuah CV. Jadi jangan bosan untuk terus belajar bagaiman menampilkan sisi terbaik kita melalui CV.

Baca juga  Tantangan menjadi dosen: Dari inovasi mengajar hingga prestasi

Dan satu hal lagi, sangat lumrah bagi seorang dokter umum baru untuk “menyebarkan” CVnya kemana-mana demi mendapat panggilan pekerjaan. Tidak jarang panggilan tersebut baru datang setelah 6 bulan atau lebih. Jadi jangan berkecil hati dulu jika tidak segera mendapat panggilan.

Maunya punya orang dalam, tapi tidak mau membuka networking

Salah satuu cara untuk membuka networking adalah dengan bekerja tanpa pilih-pilih. Cobalah bekerja di manapun itu. Nanti kita akan mendapatkan kenalan, mentor, bahkan bisa mendapatkan rekomendasi apapun.

Jadi jangan buru-buru kecewa karena tidak berhasil mendapatkan pekerjaan impian, bisa jadi pekerjaanmu sekarng akan membukakan jalan menuju pekerjaan impianmu.

Kalau masih miskin dan butuh dipekerjakan, ngga usah sok idealis, sok pilih-pilih dan pasang ekspektasi tinggi. Itu cuma buat orang yang kaya atau orang yang sudah “besar”

jadidokter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: