Secuil Ide Pekerjaan Sambilan yang Bisa Dipertimbangkan untuk Dokter yang Sibuk

Menjadi dokter yang sibuk, atau menjalani program pendidikan S2/S3, atau bahkan residensi atau PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) di Indonesia umumnya memiliki jadwal yang sangat padat dan tuntutan akademis yang tinggi, sehingga mencari pekerjaan sambilan yang cocok bisa menjadi tantangan. Namun, ada beberapa pekerjaan sambilan untuk dokter yang bisa dipertimbangkan:

Tutor

Banyak bimbingan belajar (bimbel) kedokteran dewasa ini dapat menjadi peluang bagi dokter. Baik bimbel di level mendaftar Fakultas Kedokteran yang cocok untuk mahasiswa kedokteran, level lulus UKMPPD yang cocok untuk dokter, bimbel tembus PPDS yang cocok untuk dokter PPDS, hingga bimbel penulisan jurnal untuk dokter yang sedang dalam masa studi S2/S3 atau PPDS.

Pekerjaan ini bisa menjadi cara yang baik untuk mendapatkan penghasilan tambahan sambil tetap berada di lingkungan akademis. Dokter dapat mempertajam keilmuan mereka sambil mendapatkan penghasilan yang lumayan sebagai pengajar/pembimbing, mengingat besarnya demand di bidang ini. Dengan catatan, jadwal dan komitmennya dapat menyesuaikan tugas utama dokter tersebut, sebab jadwal dan komitmennya terkadang cukup mengikat.

Penulis Medis

Perusahaan farmasi, jurnal medis, atau situs kesehatan umumnya memerlukan artikel atau konten medis berkualitas. Peluang ini bisa dimanfaatkan oleh dokter yang memiliki keahlian di bidang menulis artikel ilmiah populer. Sebagai dokter, tentu kita memiliki pengetahuan yang bisa sangat berguna dalam bidang medical writer. Terlebih lagi, pekerjaannya umumnya dapat dilakukan “jarak jauh”. Peluang ini cukup fleksibel, hanya saja pendapatannya sangat bervariatif.

Penerjemah Medis

Dokter tentu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Maka, menjadi penerjemah dokumen medis atau jurnal bisa menjadi pilihan yang baik. Apalagi, untuk dapat menerjemahkan dokumen/jurnal medis diperlukan penerjemah yang memahami istilah-istilah kedokteran.

Baca juga  Apakah saya terjebak dalam Sunk Cost Fallacy dalam memilih karir?

Umumnya, dokter bisa mendapatkan pekerjaan sebagai penerjemah melalui senior-senior. Sebab, tidak sedikit dokter senior yang sibuk, yang membutuhkan bantuan penerjemah untuk jenjang pendidikan atau karir ilmiahnya. Penghasilan yang didapatkan juga cukup menjanjikan, meskipun bergantung dengan keperluannya dan tingkat kesulitan bahasa.

Telemedicine

Saat ini ada banyak platform konsultasi kesehatan medis secara online yang berkembang di Indonesia seperti yang sudah kami bahas di artikel sebelumnya. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh dokter sebagai pemberi layanan kesehatan melalui platform semacam ini. Bahkan, beberapa platform menyediakan layanan lowongan kerja untuk dokter yang mencari penghasilan. Bekerja melalui Telemedicine juga cenderung tidak menghabiskan terlalu banyak waktu, lebih fleksibel, dan menawarkan tambahan penghasilan yang lumayan.

Pembicara di Workshop atau Seminar

Dewasa ini, banyak seminar bertema kedokteran mulai di level SMA, hingga level PDS. Misalnya seminar “tembus FK”, seminar “lulus UKMPPD”, seminar “karir bagi dokter” yang bisa menjadi peluang bagi dokter di jenjang dokter umum sampai dengan PPDS. Dokter dapat menjadi narasumber yang memberikan informasi dan pengetahuan seputar bidang pendidikan mereka. Apalagi, sekarang demand informasi semakin tinggi. Pekerjaan ini juga tidak menyita waktu, dan memberikan pemasukan yang lumayan.

Penelitian

Opsi ini memang bukan opsi yang populer karena bisa jadi memakan waktu yang cukup besar. Namun, terlibat dalam penelitian klinis seperti clinical trial, baik sebagai koordinator penelitian atau peneliti bisa memberikan tambahan penghasilan dan juga pengalaman yang berharga.

Jika dokter memiliki pengalaman menulis penelitian yang mumpuni, kita juga dapat memanfaatkan kemampuan tersebut untuk membuka jasa bantuan dalam hal penelitian. Meskipun waktu dan komitmen yang dibutuhkan cukup besar, tapi imbal hasil yang didapatkan juga tidak sedikit.

Baca juga  Dokter PNS: Prospek jenjang karir dan PPDS

Take home message

Sebenarnya masih banyak pilihan pekerjaan sampingan untuk dokter yang bisa dilakukan oleh dokter-dokter yang tengah menjalani pendidikan S2/S3 bahkan PPDS sekalipun. Namun, penting untuk diingat bahwa pekerjaan sambilan ini sebaiknya tidak mengganggu tugas utama sebagai dokter dan sebagai peserta didik pada program pendidikan tertentu, dan harus tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

Sebelum memutuskan untuk mengambil pekerjaan sambilan, penting untuk mendiskusikannya dengan supervisor atau pihak terkait untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan atau pelanggaran aturan.

Baca juga ide pekerjaan sambilan untuk mahasiswa kedokteran di sini!

Leave a Reply