Bagaimana cara menjadi dokter PNS Puskesmas?

dokter PNS Puskesmas

Siapa yang tidak kenal Puskesmas? Ternyata, untuk menjadi dokter di Puskesmas ada dua jalur: menjadi tenaga hororer, atau menjadi dokter tetap PNS

Kalau menjadi dokter tetap, caranya bagaimana ya? Berikut secuil pengalaman dr. Savina Hasbiani, dokter Puskesmas di bawah Pemkot Kota Yogyakarta, yang berhasil lulus tes CPNS tahun 2018 lalu.

Dokter PNS Puskesmas: bagaimana mendaftarnya?

dr. Savina Hasbiani

Untuk bisa menjadi dokter PNS Puskesmas, tentu harus lolos tes CPNS terlebih dahulu. Menurut dokter yang akrab disapa dr. Hasbi ini, kita tidak harus menjadi dokter honorer di puskesmas itu terlebih dahulu.

“Pertama, kita harus mencari informasi seputar bukaan CPNS di website CASN dari BKN. Kita cari informasi dulu, puskesmas mana yang membuka lowongan CPNS. Lalu masuk ke link-nya” ujarnya

Dari situ kemudian kita menyiapkan berkas-berkas sesuai dengan persyaratan dari Puskesmas tersebut, dan mendaftar melalui sistem CPNS secara online.

Menurut dr. Hasbi, salah satu strategi yang digunakannya adalah selain memilih Puskesmas sesuai dengan keinginan kita, ada baiknya memilih Puskesmas yang sedikit saingannya, untuk memperbesar peluang kita diterima. 

“Kalau tahun 2018, kita bisa melihat siapapun yang mendaftar di puskemas itu melalui sistem online CPNS, tapi sekarang sudah tidak ditampilkan lagi. Jadi, agak sulit menghitung peluang”

Seperti apa ujiannya?

Seperti layaknya CPNS lain, ada seleksi administrasi, ujian kompetensi dasar, dan ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Untuk ujian kompetensi dasar ini ada passing grade-nya, dan yang lulus ke ujian SKB nanti jumlahnya sesuai dengan formasi yang dibutuhkan dikali 3. Misalnya, untuk formasi dokter puskesmas dibutuhkan 3 orang, berarti yang akan lolos SKB itu ada 9 orang” jelas dr. Hasbi.

Baca juga  Melihat prospek S2 dalam karir dokter

Untuk dapat lolos ujian CPNS ada beberapa tips dan trik yang bisa diterapkan dalam menyelesaikan soal-soal ujian CPNS.

Tips dan trick lulus ujian CPNS

Menurut pengalaman dr. Hasbi, tes CPNS terdiri dari pengetahuan umum yang meliputi sejarah dan kewarganegaraan. Serta ada tes kompetensi kepribadian yang menyerupai tes IQ.

“Tipsnya adalah dengan mengerjakan yang paling kita bisa terlebih dahulu. Misalnya kita lemah di matematika, maka kita kerjakan soal selain matematika dulu.  Yang penting time managementnya bagus” jelas dr. Hasbi.

Dalam mengerjakan soal ujian CPNS, peserta harus bisa membaca, memahami dan menjawab soal tersebut dalam hitungan detik untuk satu soalnya. Sehingga tips terbaik adalah dengan tidak berkutat pada soal yang tidak kita kuasai terlalu lama dan menghemat waktu.

Sementara untuk soal kepribadian, Tes Karakteristik Pribadi (TKP), dr. Hasbi menjelaskan, “yang terpenting adalah kita menjawab pilihan terbaik tanpa menjadi malaikat, dan ingat bahwa kita manusia yang hidup di negara Indonesia yang berdasar hukum”.

Sementara untuk soal yang berkaitan dengan hukum, maka dr. Hasbi menyarankan untuk memilih pilihan terbaik yang sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Kesimpulan

Untuk bisa menjadi dokter tetap di Puskesmas, maka seorang dokter perlu untuk memiliki status sebagai dokter PNS.

Untuk dapat menjadi seorang dokter PNS, dokter harus melalui proses pendaftaran CPNS layaknya CPNS di bidang non-dokter. 

Lolos ujian CPNS jangan hanya menghafal teori, tapi utamakan strategi time management. Dan jangan lupa, yang pertama dan utama adalah mohon doa restu kepada kedua orangtua, karena kesuksesan kita hari ini adalah hasil doa dan sujud orang tua kita.

Setuju?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: