Networking: peluang terbaik mendapat kerja

peluang terbaik mendapat kerja

Walaupun profesi kedokteran adalah profesi yang terbilang “tidak pernah menganggur”, tetapi untuk mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan kita tidaklah mudah. Jadi bagaimana kita mencari peluang terbaik mendapat kerja? Jawabannya dari networking.

Networking, mengenali orang yang tepat untuk peluang terbaik mendapat kerja

Bukan rahasia lagi tentang kemanjuran jurus yang namanya “orang dalam”. Memang sudah menjadi fakta bahwa orang yang memiliki “orang dalam” bisa memiliki peluang mendapat kerja lebih tinggi dari pada yang tidak punya.

Tidak usah buru-buru merasa ini sebagai sebuah kolusi atau nepotisme. Karena di jaman modern kita mengenal yang namanya networking, suatu seni dalam mengenali orang-orang dan membangun jejaring.

Tidak perlu menjadi anak seorang guru besar, seorang dokter terkenal, atau seorang pejabat. Kalau kita menguasai seni dalam networking, kita pun bisa menemukan orang-orang dan jejaring yang dapat membantu karir kita.

Mencari pekerjaan melalui networking juga akan membantu kita langsung menjuruskan pada area yang kita inginkan. Bisa memperpendek waktu tunggu kita ke pekerjaan impian.

Kemana melakukan networking?

Untuk mendapatkan peluang terbaik, tentu kita perlu memperluas jaringan kepada orang-orang yang sudah lebih dulu terjun dalam dunia kerja. Senior, kakak tingkat, dosen, pembimbing, supervisor, adalah orang-orang yang sudah lebih dulu terjun.

Kalau kita ingin melakukan networking, maka mulailah dari orang-orang tersebut. Tidak sulit, karena kita pasti pernah bersinggungan dengan mereka.

Pada kondisi yang lebih advance lagi, kita bisa melakukan networking dalam suatu konferensi kedokteran sekalipun. Atau lebih spesifik lagi dalam kondisi pertemuan/meeting medis lainnya. Kita bahkan bisa manfaatkan segala situasi.

Baca juga  Berapa gaji dokter umum di Indonesia?

Maka dari itu, skills networking sebaiknya dibangun se-dini mungkin dalam kehidupan akademik kita, mulai dari jaman kuliah. Bahkan skills ini sama pentingnya dengan memperoleh IPK yang baik!

Setelah networking, lalu apa?

Perbedaan antara networking dengan kolusi atau nepotisme ala “orang dalam” adalah langkah berikutnya. Networking hanya akan membuka peluang saja, tapi persiapan dan kemampuan kita yang menentukan. Sementara kolusi dan nepotisme umumnya tidak membutuhkan persiapan atau kemampuan tertentu.

Jadi, setelah melakukan networking, jangan menganggap bahwa tugas anda selesai. Justru tugas kita yang utama baru akan muncul, menunjukkan sisi terbaik dari kita.

Pesan terakhir untuk peluang terbaik mendapat kerja

Untuk itu, sebagai manusia baiknya kita selalu menjaga hubungan baik dengan siapapun. Dengan teman, senior, junior, dosen, guru, bahkan staf administrasi sekalipun. Karena kita tidak akan pernah tahu jika suatu hari nanti mereka yang akan menolong kita. Termasuk membantu kita mencari pekerjaan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: