#maujadippds: Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi! the lung specialist!

Sekarang kita bakal membahas prodi yang lagi hits banget di era pandemi. Prodi yang dicari-cari dimana-mana. Apalagi kalo bukan prodi pulmonologi alias paru! Kalo kamu masih merasa asing dengan prodi ini, yuk disimak dulu. Siapa tau cocok untukmu, mumpung sekarang banyak dicari lho!

Kenalan dengan prodi pulmonologi: 

Ada 11 center dengan prodi Pulmo se-Indonesia! Ada di hampir semua center di Sumatera kecuali UNSRI, selain itu di UNHAS dan UNLAM, di Jawa hanya ada di 4 center: UI, UNS, UB, UNAIR, dan juga di UNUD. 

Lama Studi 7-9 semester. UNAIR sebagai center terlama, sementara UNAND tercepat. Sementara UNRI, UNSYIAH, UNHAS dan UNUD kami belum menemukan info resminya.

Biaya Studi: SPP per semester 6-15 juta dengan sumbangan tertinggi 82 juta, SPP termurah ada di UNS (6) dan tertinggi di UI dan USU (15). Sumbangan tertinggi di UNS (82) dan termurah di UNSYIAH (15), tidak termasuk USU yang menggunakan sistem DKA, sementara UNAND, UNRI, UNHAS dan UNUD kami tidak mendapat informasinya.

Kenapa prodi pulmonologi?

Menurut dr. Nur Prasetyo Nugroho, atau yang akrab dipanggil dr. Pras, PPDS UNAIR, berdasar pengalaman dan sejarah, pandemi selalu terkait dengan sistem respirasi. Hal ini menempatkan keilmuan pulmonologi dan respirasi sebagai keilmuan yang penting dan akan terus berkembang. Tapi, jangan salah kaprah, walaupun erat dengan pandemi, bidang pulmonologi tidak selalu tentang infeksi lho. Kasus paru di Indonesia bisa dibilang sangat banyak, baik di poli maupun di ruang rawat inap. Bidang seperti onkologi, imunologi, dan intervensi terus berkembang dengan pesat. Selain itu, Indonesia sebagai negara endemis TB ke-2 di dunia menempatkan negara kita sebagai negara dengan kebutuhan dokter spesialis paru yang tinggi, “sementara jumlah Sp.P saat ini masih setengah dari jumlah ideal” kata dr. Pras. 

Baca juga  Beasiswa PPDS Kemenkes 2022: Apakah saya bisa daftar?

dr. Muhammad Sofiansyah, atau yang akrab dipanggil dr. Sofian, PPDS UI, juga sepakat tentang hal ini. “Bernapas adalah kebutuhan paling dasar manusia, ketika hal ini bermasalah tentu butuh orang untuk memperbaikinya,” kata dr. Sofian. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan bagi dr. Sofian mendalami ilmu pulmonologi, agar bisa menjadi penolong bagi mereka yang membutuhkan.

Salah satu bagian yang menarik dari pulmonologi ini menurut dr. Pras adalah kasus emergensi-nya yang cenderung tidak terlalu banyak! Selain itu pulmonologi juga memiliki “tindakan” yang cukup banyak, sehingga cocok untuk teman-teman yang suka tindakan medis.

Prospek Cerah?  

Seorang dokter paru dapat bekerja baik di rumah sakit maupun di klinik/laboratorium klinik. Apalagi mengingat modalitas foto thorax yang dimiliki oleh hampir semua RS di Indonesia, menjadikan dokter Sp.P bisa bekerja di RS di wilayah manapun di Indonesia. Apalagi kebutuhan spesialis paru masih besar di daerah-daerah. Selain itu? Masih bisa praktek pribadi tentunya, dan menjadi dosen/staf pengajar. 

“Jumlah dokter  paru Indonesia saat ini masih berkisar 1100 orang saja dan persebarannya tidak merata, masih banyak daerah yang tidak punya dokter paru,” tambah dr. Sofian. Hal ini menjadikan kebutuhan dokter paru tinggi. Terlebih di era pandemi saat ini, kebutuhan dokter paru semakin meningkat, “InsyaAllah jika niat kita baik Allah akan membuka pintu rejeki untuk kita” pesan dr. Sofian.

Tapi….

Untuk temen-temen yang berminat dengan pulmonologi, sekarang adalah saatnya. Banyak peluang terbuka dimana-mana. Tapi, dr. Pras punya beberapa pesan buat yang serius mau mengejar pulmonologi. Pertama, mulailah bangun CV, “misalnya dengan seminar, magang ke senior atau menulis”. Selain itu dr. Pras juga menyarankan untuk sering update keilmuan pulmonologi, sekaligus membangun rasa suka terhadap ilmu paru, misalnya dengan banyak membaca dan ikut seminar. Dan jangan sampai lupa belajar tes dasar seperti TOEFL, TPA, dan Psikotes, “karena sering menjadi sandungan akibat terlalu fokus belajar bidang ilmu,” jelas dr. Pras. Sisanya, luruskan niat dan motivasi, plus mohon doa restu orang tua dan orang yang kita cintai. 

Baca juga  #maujadippds: Bedah ANAK! Yang jarang dan dibutuhkan!

Kalau mau info lebih komprehensif lagi, buat temen-temen yang akan mendaftar di center UI, silahkan cek informasi berikut ini yak! Cekidot ya gan!

Sumber: dr. Syarifah Jannatin Aliyah (ig @aliyahink)



Sumber: dr. Syarifah Jannatin Aliyah (ig @aliyahink)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: