#maujadippds: Jantung dan Pembuluh Darah: no infection, no trauma, just emergency

PPDS Jantung dan Pembuluh darah

Di ranking ketiga ada prodi Jantung dan Pembuluh darah. Hayo siapa yang ngincer ini?? Ternyata prodi yang satu ini bener-bener bikin jantung deg-degan. Kenapa? Yuk disimak

Nah, seperti biasa, kita bakal kasih beberapa fakta yang patut diketahui sebelum masuk prodi ini nih:

 

PPDS Jantung dan pembuluh darah
  • Ada 13 Center PPDS yang punya Prodi Jantung dan Pembuluh Darah. Di pulau Sumatera, UNAND, UNSYIAH, dan USU. Center di Sulawesi, Jawa, dan Bali semuanya punya prodi ini. Banyak pilihan kan? Cek tabelnya disini.
  • Lama Studi 8-12 semester! Prodi ini termasuk prodi yang lamanya sangat bervariasi. Ada yang 8 semster (UNPAD, UNDIP, UNS), 9 semester (UNAND, UI, UGM, UB), 10 (UNAIR) bahkan 12 semester (USU).
  • Biaya Studi: SPP 6-21jt/semester dengan sumbangan mencapai 72 juta. Walau begitu, rata-rata SPP dan sumbangannya masih tidak terlalu tinggi dibanding prodi lain seperti obgyn dan bedah orthopedi. SPP termurah ada di UNS (6) sementara termahal ada di UNPAD (19,5). Sisanya ada di kisaran 10-15jt. Sumbangan termahal? UNS (72), diikuti UB (60).
    Yang lain berkisar di 13-30 juta, diluar universitas yang menggunakan system UKT (UGM, UNUD) dan DKA (USU-jumlahnya tetap 7 juta).

Kenapa prodi Jantung dan Pembuluh Darah?

“Karena jantung itu organ vital, dan hanya satu, jadi lebih fokus dalam mempelajarinya,” ungkap dr. Muflihatul Baroroh (PPDS UGM). Menurut dr. Agnes Dinar P (PPDS UI), “mempelajari ilmu jantung lebih banyak berlogika daripada hafalan, jadi lebih gampang”.

Selain itu, ilmu kardiologi temasuk bidang kedokteran yang penelitian dan teknologinya berkembang pesat setiap tahun, “Setiap tahun selalu ada obat baru atau prosedur intervensi minimal invasive yang bermacam-macam” jelas dr. Pratika Sari P (PPDS UNDIP). Tatalaksana di bidang kardiologi sangat jelas, terarah dan selalu up to date, “jadi ngga akan bosen,” tambah dr. Pratika Sari.

Baca juga  #maujadippds: Obstetri dan Ginekologi! And the truth behind

 Salah satu kelebihan dari prodi Jantung adalah kasus yang biasanya jauh dari kasus-kasus infeksi atau trauma. Ketimbang pasien infeksi atau trauma, pasien jantung lebih banyak ke arah emergency atau gawat darurat, yang menjadi daya tarik bagi sebagian dokter, “Jadi penuh dengan adrenalin dan emergency” aku dr. Agnes Dinar.

Selain itu, lingkungan prodi jantung termasuk nyaman baik untuk laki-laki maupun perempuan.

 Prospek Cerah?  

Tidak bisa dipungkiri bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia, sehingga pasien di bidang tidak pernah surut. Perkembangan penanganan penyakit jantung pun semakin lama semakin maju. Kalau dahulu spesialis jantung bekerja di poli/klinik/RS jantung saja, kini spesialis jantung juga bisa melakukan “tindakan” intervensi.

Apalagi sekarang spesialis jantung ngga hanya berfokus ke jantung, tapi juga ke pembuluh darah melalui tindakan-tindakan intervensi vaskular.  Walaupun untuk bisa melakukan intervensi, seorang spesialis jantung harus mengikuti fellowship terlebih dahulu. Tapi, perlu diperhatikan juga bahwa tindakan intervensi ini memiliki resiko radiasi yang tinggi, jadi harus ekstra hati-hati.

 Selain itu, menurut dr. Pratika Sari, masih banyak daerah yang belum memiliki spesialis jantung. Sehingga masih besar peluang untuk bisa kerja di RS/klinik di daerah.

 Sayangnya, pekerjaan spesialis jantung ini kebanyakan harus didukung dengan alat-alat yang biasanya ngga tersedia di daerah, seperti treadmill test, echocardiograph, “kadang pasien harus dirujuk untuk diagnostik sebelum diterapi. Tapi, kalo menguasai basic physical examination, alat – alat itu sebagai penunjang diagnostic.” kata dr. Agnes Dinar.

 Tapi….

Karena jantung adalah organ vital, seorang PPDS jantung harus siap dengan guru-guru DAN pasien-pasien yang suka marah-marah atau perfeksionis, “Karena kita bermain dengan waktu, jadi cenderung ngga sabaran. Tapi kita mesti sabar, lain lagi ngobatin pasien gagal jantung, sama kayak ngobatin pasien kanker. Mesti sabar, mesti tahu kapan kita usaha maksimal atau berani bilang paliatif.” kata dr. Agnes Dinar.

Baca juga  Persiapan paling dasar untuk seleksi PPDS

Dan lagi jantung merupakan organ yang berhubungan dengan organ lain, maka merawat pasien jantung juga tidak bisa sendirian, harus banyak bekerja sama dengan bidang lain juga.

Untuk yang ingin masuk jantung, dr. Agnes Dinar berpesan supaya memikirkan dengan matang keputusan tersebut, “harus bener-bener passion disitu, bener seneng sama ilmunya, pasiennya, dan lingkungannya”. Yang tidak kalah penting, harus jago emergensi juga tentunya.

Dr. Muflihatul menambahkan, “time is muscle, jadi respon timenya ngga boleh telat”. Selain itu, tekad bulat, kuat fisik dan mental, juga menjadi keharusan. Jangan lupa belajar, termasuk belajar jurnal reading sebelum ujian PPDS. Yang tidak kalah penting esensinya adalah tes wawancara.

 Buat para pengejar PPDS Jantung, jangan takut. Menurut dr. Pratika Sari, “ngga seserem itu dan menyenangkan sebenarnya”. Semua Kembali lagi ke passion dan tanggungjawab kita terhadap pilihan yang kita pilih.

 Bagaimana dengan kewajiban PTT?

Beberapa center mewajibkan adanya pengalaman bekerja selama 1 tahun, namun tidak membatasi harus tempat yang remote. Di beberapa center, peluang diterima akan lebih besar kalau punya surat rekomendasi dan tempat mengabdi setelah lulus. Kalau di daerahmu kekurangan spesialis jantung, bisa jadi peluangmu makin besar.

 Jadi, gimana gaes? Mau pilih yang ini?

Jangan lupa follow instagram kita @maujadiapanih dan twitter kita @maujadiapanih!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: